- VIVAnews/Fernando Randy
Pada tahun 1980-an, di Jakarta muncul bus bertingkat. Namun sayang, angkutan massal ini juga tak bertahan lama. Penyebabnya, bus ini tak stabil dan kerap kesulitan melewati jalur menanjak terutama di jalan layang. Karena itu sebagai penggantinya, akhirnya muncul kendaraan umum bernama Mikrolet yang merupakan singkatan dari Mikro (kecil) dan Oplet.
Namun, ini bukan transportasi publik terakhir. Pasalnya, seiring perkembangan zaman, beragam angkutan terus berkembang. Hingga kemudian pada tahun 2004, lahirlah Transjakarta. Mengadopsi pola transportasi di Bogota Kolombia, Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas warga Ibu Kota.
Sejauh ini Transjakarta memiliki lintasan terpanjang di dunia, yakni 208 kilometer, serta memiliki 228 halte yang tersebar dalam 12 koridor (jalur). (mus)