SOROT 375

Dengan Keterbatasan Membangun Desa

Amir Jumawan, Kabag Kesra, Desa Sendangtirto
Sumber :
  • VIVA.co.id\Daru Waskita

Belum semua terbangun

Namun, infrastruktur ramah difabel di sebagian desa inklusi belum terbangun. Wahyu Adi Nugroho, petugas penilai kebutuhan difabel dari Desa Gulurejo dan Sidorejo, mengatakan, infrastruktur fisik di dua dari enam desa inklusi di Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo, belum terealisasi. Seperti akses di setiap balai desa maupun toilet ramah difabel.

Karena, saat ini baru dalam proses sosialisasi dan juga pemberian perspektif mengenai difabel bagi para perangkat desa. Namun, perkembangan cukup signifikan,  dengan terbentuknya kelompok difabel di setiap desa.

Mereka pun bisa memberikan kontribusi pemikiran guna pembangunan di desanya masing-masing. "Saat ini sudah ada kantor sekretariat di 6 desa yang dijadikan pilot project desa inklusi," jelasnya.

Nugroho yang juga kepala Dusun Sinden, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah ini menjelaskan. Di enam desa yang dijadikan percontohan terdapat sekitar 600 difabel yang perlu mendapatkan fasilitas yang dapat disiapkan oleh pemerintah desa seiring adanya dana desa yang cukup besar.

"Ada beberapa desa yang menganggarkan dana desa untuk pembangunan infrastruktur yang ramah terhadap difabel, meski program tersebut belum terlaksana tahun ini," tuturnya.

Sarjiyo, salah satu penyandang difabel sekaligus ketua kelompok difabel Desa Sidorejo mengakui, hingga saat ini untuk fasilitas infrastruktur bagi difabel di kantor desa dan puskemas belum ada. Namun, para difabel sudah mulai dilibatkan dalam kegiatan desa seperti adanya musyawarah perencanaan dan pembangunan desa.

img_title Penyandang Disabilitas di Kulonprogo Dapat Pengobatan Gratis
Amir Jumawan, Kabag Kesra, Desa Sendangtirto

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amir Jumawan menunjukkan toilet untuk difabel.
img_title Beda Disabilitas Anak dengan Keterhambatan Psikologi

"Para difabel sudah diajak oleh pemerintah desa untuk turut mengajukan program yang diinginkan seperti pembuatan ramp, toilet untuk difabel, dan lain-lainnya," kataya.
img_title Joko Widodo Menjahit di Kantor Dinas Sosial


Adanya rintisan desa inklusi, kata Sarjiyo, menumbuhkan kesadaran dan cara pandang masyarakat yang berbeda terhadap para difabel. "Masyarakat sudah mendudukkan difabel sama dengan masyarakat yang tubuhnya sempurna. Kami tidak lagi menjadi golongan masyarakat 'kedua'," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Sarjiyo menjelaskan, jumlah difabel di Desa Sidorejo saat ini mencapai 40 orang dan tergabung dalam Forum Difabel Sidorejo. Forum itu nantinya akan menjadi senjata bagi difabel untuk berjuang mendapatkan hak yang sama.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut