SOROT 376

Museum yang Merajut Bencana Tsunami

Museum Tsunami 1
Sumber :
  • Zulkarnaini Muchtar

Museum Tsunami 2

img_title Menjejak Pelisiran Sejarah Yogya

Ada dokumentasi disertai pengetahuan dasar mengenai bagaimana gelombang tsunami bisa terjadi. FOTO: VIVA.co.id/Zulkarnaini Muchtar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Setelah Sumur Doa, pengunjung akan melintasi Jembatan Perdamaian. Di atas jembatan itu terdapat 53 bendera negara yang terlibat membantu Aceh pasca Tsunami.

Di bawah jembatan itu terdapat kolam yang dihiasi dengan ikan hias.  Jembatan itu menanjak, membawa pengunjung ke ruang audio visual.

Ruang ini seperti bioskop mini, di dalamnya pengunjung  diminta duduk dan menyaksikan dokumentasi pada saat gelombang air yang membawa lumpur menyapu Banda Aceh.

Ada banyak ruang-ruang lain yang berisi dokumentasi disertai pengetahuan dasar mengenai bagaimana gelombang tsunami bisa terjadi, dan juga ruang khusus yang menyajikan informasi terkait upaya mempersiapkan diri dan bereaksi ketika ada gelombang  besar datang.

img_title Pesona Rumah Tua Tjong A Fie



Situs PLTD Apung dan Boat

Selain museum tsunami, bukti lain bencana dahsyat akibat gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter itu adalah PLTD Apung dan Boat di Atas Rumah. Situs ini salah satu bukti keajaiban tsunami di ibu kota Provinsi Aceh. Kini kedua situs tsunami ini menjadi objek wisata yang paling mengundang daya tarik wisatawan di Kota Banda Aceh.

PLTD Aceh 2

img_title Melancong ke Jakarta Masa Lampau

Wisatawan yang berkunjung ke sini dominannya dari Malaysia. FOTO: VIVA.co.id/Zulkarnaini Muchtar

Objek wisata PLTD Apung yang terletak di Gampong Punge Blang Cut, dikunjungi 45 ribu hingga 50 ribu turis lebih setiap bulannya. Yang berkunjung ke situs ini bukan hanya wisatawan nusantara tapi juga mancanegara.

“Wisatawan yang berkunjung ke sini dominannya dari Malaysia, hampir setiap hari ada wisatawan asing yang datang ke lokasi ini,” kata Saiful Bahri salah seorang pemandu di PLTD Apung, saat dijumpai VIVA.co.id, Sabtu 19 Desember 2015 di Banda Aceh.

PLTD Apung merupakan kapal pembangkit listrik milik PLN yang dulunya bersandar di Ulee Lheu. Saat tsunami menerjang Aceh 24 Desember 2004 lalu, kapal berbobot 2.600 ton terseret gelombang sejauh 5 kilometer, kapal itu kemudian terdampar ke tengah pemukiman penduduk di Punge Blang Cut.

Biasanya, kata Saiful Bahri, wisatawan yang berkunjung ke Museum Tsunami yang letaknya di Jalan Iskandar Muda juga menyempatkan diri ke PLTD Apung. Tidak heran jika jumlah wisatawan yang berkunjung  ke PLTD Apung sebanding dengan Museum Tsunami.   

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut