SOROT 392

Kembali ke Desa

Desa Penglipuran tiap harinya selalu dibanjiri wisatawan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bobby Andalan

Ada sejumlah hal yang bisa dijual dari desa wisata. Salah satunya atraksi budaya yang ada di desa setempat. “Misalnya agro tourism. Ajak wisatawan menanam padi sesuai kebiasaan, cara dan budaya desa setempat.”

img_title Ada Istana Merdeka dan Jembatan Ampera, 1.172 Cagar Budaya Resmi Jadi Aset Nasional Indonesia pada 2026

Menurut Asosiasi Desa Wisata ada 180 desa wisata yang tersebar di Bali. Namun, menurut data Dinas Pariwisata ada 58 desa wisata yang sudah berjalan dan mandiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya...Bertumpu pada Kerajinan

img_title Bareskrim Polri Ungkap Sindikat Judi Online Pakai AI untuk Hindari Pemblokiran

Bertumpu pada kerajinan
Tak hanya Pulau Dewata, Daerah Istimewa Yogyakarta juga mendapat berkah dari keberadaan desa wisata. Bupati Bantul, Suharsono mengatakan, desa wisata terbukti efektif untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dan kunjungan wisatawan. Kondisi ini terjadi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang telah memiliki 36 desa wisata.

img_title DPR Dorong Pemerintah Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Soal Naik Desil

Menurut Suharsono, di wilayahnya, program desa wisata sudah dimulai sejak 2006. Pembentukan desa wisata diawali dengan pelatihan dan pembentukan kelompok sadar wisata.

"Pelatihan bisa bermacam-macam, disesuaikan dengan kekhasan masing-masing desa wisata. Seperti batik, dengan memberikan pelatihan membatik, desa wisata kulit memberikan pelatihan memahat dan lain-lainnya," katanya kepada VIVA.co.id, Kamis, 14 April 2016.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/04/15/5710e399aa964-desa-wisata-giriloyo-desa-batik-tulis_663_382.jpg

Batik tulis Giriloyo dihargai mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

Ia mencontohkan Desa Wisata Giriloyo yang secara administratif masuk wilayah Desa Wukirsari yang menjadi desa wisata batik tulis sejak 2009. "Saat ini, semakin banyak desa yang diusulkan menjadi desa wisata. Desa wisata itu tidak terkait administratif karena dalam satu desa administratif ada tiga hingga lima desa wisata.”

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Bantul, Bambang Legowo mengatakan, kunjungan wisatawan di Kabupaten Bantul pada 2015 tercatat di sejumlah objek wisata mencapai 12,5 juta. Sementara itu, yang berkunjung ke desa wisata mencapai 2,3 juta wisatawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, ke depan, desa wisata tidak akan kalah dengan objek wisata yang sudah lazim dikunjungi. Sebab, wisatawan akan mencari sesuatu yang berbeda dan ingin merasakan hal yang berbeda seperti berlatih membatik, membajak sawah, memetik buah secara langsung serta melihat kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

"Orang bule itu kalau datang ke desa ingin melihat orang membajak sawah dengan sapi atau kerbau. Ingin mendengarkan gending Jawa. Istilahnya ingin kembali ke masa yang lalu," ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 14 April 2016.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut