SOROT 396

'Kami Tak Ada Tawar Menawar'

Ahmad Doli Kurnia dalam sesi kader muda Partai Golkar
Sumber :
  • VIVA.co.id/Irwandi

"Hubungan masih bagus. Waktu saya ketua umum KNPI, Rama (Pratama) saya masukkan menjadi wakil ketua umum. Burhan ketemu kalau di politik. Saya kan di politik, kemudian Burhan pengamat politik, kita sering ketemu di forum-forum diskusi, sama Ray juga begitu,” ujarnya.

img_title Survei: Prabowo Jadi Presiden dengan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Tertinggi Sejak Reformasi

Mereka juga kerap melakukan pertemuan yang sifatnya informal dalam rangka terus menjaga silaturahim. Misalnya saja dengan kegiatan reuni. Dalam pertemuan itu, bahasan tentang gerakan mahasiswa menjadi topik menarik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sempat mendiskusikan bahwa ada terjadinya penurunan semangat daya kritik terhadap gerakan mahasiswa sekarang. Sempat waktu itu kita membangun komunikasi lagi, memberi semangat ke adik-adik, tapi karena kesibukan masing-masing, itu jadi tidak terwujud,” ujarnya.

img_title Peringati 26 Tahun Reformasi, Aktivis 98: Kekejaman Orba Tak Boleh Dilupakan

Bila dibandingkan gerakan mahasiwa 98, Doli menilai gerakan mahasiswa saat ini terkesan adem ayem. Ia menilai hal itu tidak terlepas dari situasi dan kondisi saat ini yang juga berbeda dengan saat itu. Namun demikian, bila bicara kepedulian mahasiswa saat ini terhadap aktivitas organisasi dalam mengkritisi sosial politik cenderung terjadi penurunan kualitas.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/05/13/5735e92e31bc4-ahmad-doli-kurnia_663_382.jpg

img_title Aktivis 98 Soroti Tantangan Geopolitik Dunia yang Makin Penuh Friksi

Faktor eksternal membuat gerakan mahasiswa saat ini kurang eksis karena munculnya model baru dalam melakukan kritik. Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma

”Kalau sekarang ini polanya mahasiswa dipaksa belajar, cepat lulus, mengejar SKS, IPK tinggi dan segala macam. Aktivitas di luar menurun. Tidak peduli aktivitas organisasi. Itu yang kemudian berdampak pada kualitas gerakan mahasiswa,” ujarnya.

Faktor eksternal yang membuat gerakan mahasiswa saat ini kurang eksis karena munculnya model baru dalam melakukan kritik, yakni kritik by order alias bayaran. Kritik apa pun atau kampanye bisa dilakukan dengan mudah dengan membayar sejumlah nominal tertentu tergantung kebutuhan.

”Kemudian muncul pragmatisme yang juga ternyata jauh tingkat keparahannya. Sekarang kan ada model baru, gerakan kritik sesuatu, kita tinggal bayar. Ada istilah PT Demo, yang (bayarannya) dihitung per kepala segala macam. Itu kan jadi mendiskreditkan gerakan mahasiswa saat ini. Masyarakat tidak percaya lagi, karena banyak pendemo bayaran,” ujarnya.

Selanjutnya...Cita-cita Tak Tercapai

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cita-cita Tak Tercapai

Kini 18 tahun berlalu sejak 1998. Pemerintahan silih berganti. Perubahan memang banyak terjadi. Baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Namun, apakah perubahan yang terjadi itu sudah sesuai dengan cita-cita reformasi yang digulirkan para mahasiswa?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut