VIVA.co.id – Wisata halal di dunia tumbuh tiap tahun. Mahfum, penelitian CrescentRating, situs yang fokus terhadap wisata halal, menunjukkan pasar wisata bagi umat muslim ini sangat menggiurkan.Â
Berdasarkan hasil penelitian , pasar wisata muslim bekembang sangat cepat dalam industri wisata global. Tahun 2015, diperkirakan ada 117 juta pelancong muslim internasional. Jumlah ini diprediksi akan bertambah menjadi 168 juta di tahun 2020. Pasar wisata muslim ini bahkan diharapkan bisa menyumbang pendapatan melebihi US$200 miliar .
CrescentRating-MasterCard merilis Global Muslim Travel Index (GMTI) pertama kali dirilis pada tahun 2015. GMTI merupakan penelitian yang paling komprehensif di pasar wisata muslim dunia. Tahun 2016, GMTI meneliti 130 destinasi dengan kriteria destinasi yang aman dan ramah untuk keluarga, destinasi dengan pelayanan dan fasilitas ramah muslim, serta pemasaran destinasi dan kesadaran soal kehalalan.Â
Lalu siapa yang paling unggul. Berdasarkan laporan GMTI 2016 , Malaysia adalah destinasi wisata halal terbaik di dunia di antara negara-negara yang tergabung dalam Organisation of Islam Cooperation (OIC). Indonesia sendiri berada di posisi keempat setelah United Arab Emirates (UAE) dan Turki. Sementara untuk negara non-Muslim, Singapura yang berada di posisi puncaknya.Â
Wisata halal di Malaysia
Tahun ini merupakan tahun keenam bagi Malaysia menyandang predikat negara dengan pariwisata muslim terbaik berturut-turut sejak GMTI diluncurkan pada tahun 2011. Dengan total skor 81,9, Malaysia dinilai memenuhi semua kriteria GMTI sehingga berhasil meraih dan mempertahankan posisi puncaknya di kalangan negara-negara yang tergabung dalam Organisation of Islamic Cooperation (OIC).
Fasilitas ramah muslim yang ada di Malaysia antara lain mudahnya menemukan musala atau masjid di sejumlah tempat yang sering dikunjungi turis, seperti di bandara, pusat perbelanjaan, dan juga objek wisata.
Kuala Lumpur International Airport sebagai pintu masuk wisatawan mendapat skor tertinggi, 100, karena memiliki tempat ibadah dan pelayanan ramah muslim lainnya. Musala bisa ditemukan di sejumlah sudut bandara ini. Meski tak terlalu besar, namun memiliki sajadah, mukena, dan juga Alquran.
Pun pelayanan ramah muslim bisa dirasakan pada akomodasi, seperti hotel. Meraih skor 69, Malaysia dinilai memiliki akomodasi yang membuat wisatawan muslim menginap dengan nyaman. Sejumlah hotel menyediakan tanda petunjuk arah kiblat di dalam kamarnya. Aktivitas non-halal yang rendah ikut menjadi alasan mengapa negara ini disebut sebagai destinasi halal terbaik di dunia.