- ANTARA FOTO/Amirulloh
Ujian Berat
Kepergian Intan yang begitu cepat, dengan cara yang keji, adalah tragedi terkini bagi bangsa Indonesia. Tragedi ini muncul saat negeri ini kembali menghadapi ujian sebagai bangsa yang selama ini menjunjung tinggi kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.
Lebih dari dua pekan sebelum kematian Intan, diakui, bibit konflik beraroma sentimen SARA memang sedang mengemuka di Indonesia.
Salah satu pemicunya adalah ucapan pedas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - yang menyitir ayat suci Alquran saat berdialog dengan warganya pada akhir September lalu dan tersebar luas di jejaring sosial. Sejak itu, ketegangan meluas.
Opini bahwa ada gubernur nonmuslim yang melakukan pelecehan Islam pun menjadi hal yang menghangat. Gelombang demonstrasi pun muncul dengan pertama kali digelar oleh Front Pembela Islam (FPI) pada Jumat, 14 Oktober 2016 di Jakarta. Alhasil, isu soal sentimen agama mulai merambat perlahan dan menjadi gunjingan publik dimana pun.
Hingga kemudian di awal November. Tepatnya pada 1 November 2016. Tanpa diduga sebuah bom rakitan meledak di Kabupaten Bantul di Yogyakarta. Tak diketahui apakah ini ada kaitannya atau tidak dengan sentimen agama yang menguat.
Namun, bom yang membuat seekor kerbau jantan muda mati dengan tubuh dipenuhi paku berkarat itu, seolah menjadi terompet penanda, bahwa mereka yang bermain di balik teror mulai bersuara.
Itu ditunjukkan dengan munculnya teror bom di Lhokseumawe Aceh, Minggu, 6 November 2016 atau dua hari usai ribuan anggota ormas Islam menduduki Jakarta untuk menuntut kasus penodaan agama yang dilakukan Ahok di Jakarta.
Di ujung barat Indonesia itu sebuah Vihara Buddha Tirta dilaporkan telah ditaruh benda diduga bom oleh dua orang tak dikenal. Meski akhirnya tak terbukti. Namun faktanya bingkisan hitam itu memang dibuat seperti bom yakni terdiri dari batu bata lalu dibalut dengan kabel. Sehingga wajar siapa pun yang melihat itu akan menyimpulkan itu adalah bom.
Lalu tiga hari berjalan, teror mulai merambat ke Surabaya Jawa Timur. Sebuah sekolah Kristen yang terletak di Pakuwon City ikut mendapatkan ancaman bom. Ratusan murid pun terpaksa dievakuasi guna dilakukan penyisiran bom.