- ANTARA FOTO/Amirulloh
Tidak ada bom ditemukan. Namun teror terlanjur menyebar ke seluruh siswa. Sekolah mereka seolah tidak aman dan bukan tidak mungkin akan diledakkan sewaktu-waktu.
Teror berikutnya pun pecah di Gereja Oikumene Samarinda Kalimantan Timur pada Minggu 13 November 2016 atau hanya berselang empat hari dari teror bom di Sekolah Kristen Surabaya.
Seorang pria yang belakangan diketahui bernama Juhanda mantan terpidana bom buku pada tahun 2011 di Tangerang, nekat melemparkan bom yang dirakitnya sendiri selama tiga hari di Masjid Al Mujahiddin yang hanya berjarak 200 meter dari Gereja Oikumene.
Ledakan itu mematikan. Empat anak kecil yang bermain di depan gereja menanti para orang tuanya keluar beribadah menjadi korban. Salah satunya adalah Intan Olivia (2,5 tahun) yang akhirnya tewas meregang nyawa dengan luka bakar 80 persen dan paru-paru bengkak akibat menghirup asap sisa ledakan.
Pelaku pun berhasil ditangkap hidup-hidup. Tapi, rupanya sekali lagi itu seolah memancing teror berikutnya. Hal itulah yang kemudian menimpa Kota Singkawang Kalimantan Barat.
Tepat pada Senin, 14 November 2016. Kota yang memang didominasi oleh warga etnis China dan beragama Budha di Kota Singkawang ikut dikejutkan dengan pelemparan bom jenis molotov. Tak ada korban jiwa dan kerusakan harta benda akibat kejadian itu. Namun teror itu kembali membuat semua yang di Singkawang mulai khawatir.
Lalu usaikah semua itu? Ternyata tidak. Masih di hari yang sama, di Kota Batu Malang Jawa Timur, sebuah gereja Katolik pun tak luput ikut diteror. Umat kristiani yang tengah beribadah dibuat panik.
Mereka pun dievakuasi dan gereja itu terpaksa digeledah kepolisian guna menelusur kemungkinan bom yang disebutkan ada di dalam tempat ibadah umat nonmuslim tersebut. Tapi beruntung, kabar itu cuma isu. Namun sekali lagi, teror telah kembali terlanjur menebar.
Peringatan untuk Indonesia
Disadari atau tidak, enam teror bom yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu dua pekan itu telah membuat semua orang khawatir dan sedikit tersadar. Apalagi, dari enam teror itu, lima diantaranya disasarkan kepada umat nonmuslim.