SOROT 423

Merawat Keberagaman

Tim Gegana Polda Kalimantan Timur melakukan pemeriksaan di Gereja Oikumene Samarinda usai terjadinya ledakan bom yang menewaskan seorang bocah berusia 3,5 tahun, MInggu (13/11/2016). Foto: ANTARA FOTO/Amirulloh
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Amirulloh

Hal itu, kata Dadang, telah dibuktikan dengan utuhnya Indonesia sejak berpuluh tahun lalu. Meski memiliki ratusan aliran dan kepercayaan, tidak ada geseken yang memang benar-benar dipicu karena masalah keagamaan.

img_title Tak Ada Arahan, Golkar Mau Panggil Pelapor Ujaran Kebencian ke Bahlil

"Agama sudah tidak masuk (masalah keberagaman). Tapi lebih ke personal. Keberagaman di Indonesia pecah oleh politik dan kepentingan. (Jadi) Kalau soal agama, di Indonesia itu sudah selesai," kata Dadang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas itu, ia menekankan agar keberagaman itu dirawat. Sebab itu telah menjadi dasar berdirinya Indonesia sejak lampau. Tanpa itu, maka bukan tidak mungkin akan membuat kehancuran.

img_title Bahlil Ngaku Tak Tahu soal Kader Golkar Polisikan Akun Medsos Pembuat Meme Dirinya

"Kita harus mau menerima apapun, karena Indonesia itu kan negeri yang berdasarkan perjanjian atau kesepakatan. Jadi apapun saat ini yang terjadi itu bagian dari kesepakatan bersama yang dijalin sejak jaman dulu," katanya.

Mari Berbuat

img_title Terpidana Kasus Ujaran Kebencian soal Ijazah Jokowi, Bambang Tri Bebas Bersyarat

Lantas, bagaimana praktik menjaga keberagaman ini dilakukan? Secara prinsip seluruh elemen, suku dan agama apa pun di Indonesia ternyata sudah memainkan peran itu.

Maarif Institute misalnya, lembaga ini mengaku selalu konsen dengan program memelihara kebhinekaan. Merak kerap mengajak tokoh lintas agama, budayawan dan intelektual untuk menyerukan menjaga Indonesia. Tak cuma itu, lembaga ini juga kerap menjalankan program advokasi ke sekolah-sekolah terkait kebhinekaan.

Begitu juga yang diperbuat oleh organisasi Islam terbesar Indonesia Muhammadiyah. Selain kerap terlibat aktif dalam kebencanaan apa pun. Ormas ini juga membangun sejumlah sekolah yang bisa menampung seluruh umat beragama.

"Di Kupang kita ada IKIP Muhammadiayh. Di Sorong, Sangir Talaud, di tempat-tempat yang mayoritasnya buakn beragam Islam kita bangun sekolahan," kata Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad.

lalu, Lembaga SeJuK. Sebagai lembaga yang bergerang di bidang jurnalistik. Mereka rupanya juga memiliki cara tersendiri merawat keberagaman. Bentuknya berupa workshop, diskusi, seminar dan pelatihan kepda para jurnalis yang menitikberatkan pada isu toleransi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian Konferensi Wali Gereja Indonesia. Lembaga ini juga telah ikut berbuat merawat keberagaman dan kebhinekaan. "Pancasila itu menjadi sebuah habitus kita, salah satu yang dibatinkan," kata Romo Benny.

Bentuk praktiknya pun bahkan dicerminkan dengan program Rosario Merah Putih yang intinya menanamkan kecintaan pada bangsa dan negara. "Setiap tahun ada rosario merah putih," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut