- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho
VIVA.co.id – Penjagaan ketat terlihat ketika VIVA.co.id masuk gerbang pertama industri strategis bidang persenjataan PT Pindad, di Jalan Terusan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jawa Barat. Ini tidak seperti masuk ke gedung perkantoran, apalagi ke pusat perbelanjaan.
Pemeriksaan menyeluruh langsung dilakukan penjaga gerbang. Setiap pengunjung pasti ditanya identitas, keperluan dan ingin bertemu siapa.
Jarak gerbang utama dengan tempat parkir para tamu dan pegawai cukup jauh, sekitar 100 meter. Tampak kendaraan roda dua dan empat terparkir di lapangan Pindad. Kondisinya sepi, mungkin karena para pegawai masih sibuk dengan urusan masing-masing.
Sekitar pukul 15:30 WIB, alarm tanda berakhirnya jam kerja berbunyi. Bertahap, karyawan dengan berbagai seragam keluar dari gerbang kedua menuju kendaraan masing-masing kendaraan. Beberapa terlihat menyempatkan diri berbincang sambil tertawa.
Namun, penjagaan ketat tetap terlihat di gerbang kedua, yang merupakan akses menuju hanggar pembuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Berawal dari pembuatan senjata dan amunisi, Pindad kini sudah berkembang menjadi perusahaan besar yang dipercaya untuk memproduksi kendaraan perang.
Salah satu produk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu yang sempat menjadi buah bibir di masyarakat Indonesia adalah Anoa. Kendaraan panser amfibi ini adalah hasil pengembangan Pindad yang dilakukan sejak 1993 silam.
Dari data yang ada di laman resmi Pindad, jumlah Anoa yang berhasil dijual hingga saat ini adalah 260 unit, dengan berbagai model serta spesifikasi. Untuk membuat Anoa, Pindad menggandeng Renault sebagai pemasok mesin dan transmisinya.
Renault bukan satu-satunya perusahaan luar yang bekerja sama dengan Pindad. Baru-baru ini, Direktur Umum Pindad, Abraham Mose, meneken nota kesepahaman dengan Tata Motors, pada November tahun lalu.
Tak tanggung-tanggung, kolaborasi ini langsung membidik sasaran besar. Rencananya, Pindad akan menjadi basis produksi untuk kendaraan tempur, dengan skala ekspor. kolaborasi Untuk awalnya, kolaborasi ini akan fokus pada menciptakan kendaraan perang jenis amfibi.
Abraham mengatakan, ada tiga pertimbangan utama yang membuat Pindad tertarik berkolaborasi dengan Tata Motors.
"Yang paling spesifik karena Tata Motors punya satu sasis yang bisa digunakan untuk berbagai macam kendaraan. Kedua, mereka mau berinvestasi. Dan ketiga, mau melakukan pengembangan bersama," kata Abraham kepada VIVA.co.id.