SOROT 436

Percaya, Tidak Percaya Quick Count

Hasil quickcount dua lembaga survei, Indikator Indonesia dan Polmark di laman VIVA.co.id, Rabu, 15 Februari 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id

VIVA.co.id – Jarum jam mulai hinggap di angka 1 – pertanda pukul 13 –  pada Hari Pilkada 15 Februari lalu. Angka 00.00 di grafik hitung cepat alias quick count yang terpampang di media daring dan televisi mulai bergerak naik. Perlahan, persentase angka quick count menunjukkan gambaran perolehan suara. Sumbernya, sampel yang dikumpulkan dan diolah sejumlah lembaga survei.  

img_title SBY Sebut Kultur Politik Tanah Air Berubah Sejak Pilkada DKI 2017

Masyarakat pun antusias mengomentari perkembangan persentase hitung cepat dari menit ke menit. Ini terlihat dari banyaknya respons warga di media-media sosial saat laman VIVA.co.id mulai menampilkan hasil hitung cepat dari dua lembaga survei, Indikator dan Polmark Indonesia, sejak pukul satu siang pada Hari Pilkada 15 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hitung cepat Pilkada DKI paling santer jadi objek quick count di Pilkada serentak tahun ini. Sejumlah lembaga survei, seperti Indikator, Polmark Indonesia, SMRC, dan litbang media mempublikasikan hasil masing-masing pada hari pencoblosan.

img_title SBY Sindir Kejanggalan Pilkada DKI 2017

Menit demi menit, jam ke jam, data suara masuk yang diolah makin bertambah. Sementara sebaran suara dan rasio perolehan antara calon yang satu dengan lain makin kentara.  Hasil hitung cepat ditangkap publik dengan cepat, diperbincangkan di media-media sosial seperti Twitter, Facebook, Path dan grup-grup WhatsApp yang mutakhir menjadi medium berkomunikasi.

Sementara masing-masing calon kepala daerah juga awas memantau hasil quick count. Yang persentase suaranya terus naik berkomentar optimistis dan makin percaya diri.

img_title Pilpres 2019 Diharapkan Tak Seperti Pilkada DKI, Marak Hoax

Di quick count Pilkada Jakarta, pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat ketat bersaing dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sementara pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni tertinggal. Hasil hitung cepat meski bukan hasil pilkada resmi, namun  diyakini tak akan jauh meleset dari hasil yang sesungguhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada rentang waktu pukul 18.00 WIB hingga 19.00 WIB, hampir semua lembaga survei telah memasukkan 100 persen data sampel quick count. Menurut mereka, setelah data berada di angka 90 persen, sebenarnya hampir pasti tak berubah signifikan dari hasil data total.

Menjelang malam, Pilkada Jakarta bisa diprediksi kuat dua putaran. Yang maju dan akan head to head yakni pasangan Basuki-Djarot dan pasangan Anies-Sandi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut