- Istimewa/Viva Militer
Intelijen punya kemampuan yang berkaitan dengan teknik intelijen. Kalau informan hanya dapat instruksi mencari keterangan atau data tertentu. (REUTERS/Aly Lagu)
Direktur Imparsial Al Araf mengatakan, semua yang berbau mata-mata sudah diatur dalam UU Intelijen No.17/2011. Secara prinsip, fungsi intelijen adalah melalukan deteksi dini dari berbagai ancaman keamanan nasional.
Soal pola perekrutan, saat ini di Indonesia sudah mulai ditata, dan berbeda jauh di era Orde Baru dahulu. “Sekarang kita punya sekolah intelijen di Sentul, Bogor. Di sana tempat membangun kualitas intelijen yang mumpuni dan profesional serta menghindari pola intelijen represif ala Orde Baru,” ujar Al Araf kepada VIVA.co.id, Jumat 24 Februari 2017.
Meski begitu, lantaran baru menata, Badan Intelijen Negara (BIN) belum bisa dikatakan sepenuhnya profesional. Sehingga, belum bisa disejajarkan dengan CIA milik AS, MI6 Inggris, FSB Rusia maupun Mossad Israel.
“Secara keseluruhan, intelijen yang paling ditakuti saat ini masih sekitar Amerika, Rusia, Israel, dan Inggris. Itu karena didukung oleh kualitas dan kompetensi sumber daya intelijennya profesional dan memiliki keahlian serta kecerdasan,” ujarnya menambahkan.
Selain itu, teknologi intelijen yang modern, dukungan anggaran negara kuat, proses perekrutan dan pelatihan yang baik, serta pengalaman operasi intelijen di berbagai negara, merupakan faktor-faktor yang membuat sebuah lembaga intelijen disegani dan ditakuti. (mus)