- ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Proses pembangunan apartemen sudah berjalan satu tahun. Rencananya, akhir tahun ini apartemen tersebut akan selesai. Luas tanah apartemen yang menyasar mahasiswa ini mencapai 7 ribu meter persegi. "Saat ini, baru 50 persen proses pembangunannya, kamar yang disediakan oleh pengelola sebanyak 500 kamar," ujar Auning (45), salah satu petugas apartemen.
Menurut dia, meski pembangunan apartemen belum selesai, seratus persen sudah dipesan konsumen. “IPB sudah pesan satu tower atau sebanyak 128 kamar. Sedangkan, kamar yang lainnya sudah dipesan oleh masyarakat,” ujarnya menambahkan.
Pengamat Properti Ali Tranghanda mengatakan, saat ini apartemen memang menjadi motif investasi. Menurut dia, banyak mahasiswa yang berasal dari luar kota. “Jadi ini transformasi. Kalau dulu kan landed housing. Karena sekarang harga tanah semakin tinggi indekos bertransformasi ke vertical. Memang pasar itu sangat besar,” ujar Ali kepada VIVA.co.id, Jumat 31 Maret 2017.
Ia mengatakan, banyak pengembang yang membangun apartemen di dekat kampus karena melihat peluang ekonomi. “Investor akan melihat ini sesuai lagi apa enggak. Ketika pasar besar itu akan besar. Dia bisa sewain lagi enggak, gitu, Karena permintaannya besar. Jadi bukan hunian, untuk dijadikan sebagai kos-kosan. Jadi memang orang atau investor masuk ke sana sebagai objek investasi bukan untuk hunian,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch ini menambahkan.
Pakar Tata Ruang Kota, Yayat Supriatna, mengungkapkan maraknya apartemen di dekat kampus tak hanya terjadi di Jakarta. Menurut dia, gejala serupa juga terjadi di kota lain seperti Malang dan Yogyakarta. “Sebetulnya ini kaya universitas yang konsepnya seperti pemukiman,” ujar Yayat kepada VIVA.co.id, Jumat 31 Maret 2017.
Menurut dia, fenomena ini sebetulnya menarik. Karena bisa membantu efisiensi biaya transportasi dan kegiatan. Selain itu, kehidupan kampus juga bisa lebih kondusif dengan pendidikan berbasis riset. Karena, mahasiswa bisa mengakses kampus selama 24 jam, bukan hanya saat jam belajar. “Jadi kampus yang tumbuh kembang menjadi sebuah kegiatan, kegiatan ekonomi, kegiatan sosial, maupun kegiatan lainnya,” ujarnya menambahkan.
Ia menyarankan, ada semacam integrasi kegiatan pembangunan apartemen dengan kegiatan di kampus. Jadi ada kerja sama antara pengembang dan pihak kampus. “Jadi konteksnya itu memang membangun rumah susun atau apartemen untuk menunjang pendidikan, bukan komersial semata,” ujarnya berharap.