- ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Pengamat properti sekaligus Ketua Kadin Kota Bogor, Erik Suganda, mengatakan pembangunan apartemen di daerah Bogor, terutama di sekitar kampus IPB Dramaga, merupakan salah satu alternatif pembangunan atau pengembangan wilayah karena keterbatasan lahan.
Ia mengapresiasi pembangunan apartemen tersebut. Pasalnya, apartemen akan mengurangi atau menimalisir penggunan lahan. Karena, apartemen-apartemen yang sudah berdiri atau masih dalam proses pembagunan, tidak boros lahan tahan tapi bisa ditempati banyak orang. Tak seperti perumahan, yang memakan lahan tanah tapi hanya bisa dihuni oleh beberapa orang. (Baca juga: )
Sementara, Ali Tranghanda menilai, meski menjamur ia belum melihat apartemen yang khusus menyasar mahasiswa yang fasilitasnya untuk mahasiswa. Menurut dia yang ada sekarang apartemen tanpa konsep. Misalnya dibanderol Rp300-400 juta dijual, disewain lagi. Tapi tidak ada yang betul-betul konsepnya pendidikan. “Artinya di dalam itu ada perpustakaan atau fasilitas pendidikan lain. Itu belum ada,” ujarnya.
Selanjutnya...Kos Konvensional Tergerus
Kos Konvensional Tergerus
Menjamurnya apartemen di dekat kampus juga dinilai mengancam keberadaan kos konvensional. “Kekhawatiran pasti ada. Tapi mau bagaimana lagi, apartemen sudah bangun. Kita kan cuma pengelola kos biasa mau ga mau harus dijalani walau nanti gimana-gimana,” kata Udin, pengelola kos yang berada di samping apartemen Taman Melati, Jalan Margonda, Kecamatan Beji Depok.
Menurut Udin, agar tak kehilangan konsumen, ia memberikan pelayanan ekstra untuk para penghuninya. “Seperti dari segi keamanan. Kalau apartemen kan agak bebas, nah kalau kita ada aturannya. Seperti tamu dan jam malam,” ujarnya menambahkan.
Guna memastikan kenyamanan sekaligus menjaga penghuni kos, Udin pun tak segan-segan menegur jika ada yang pulang atau keluar di atas jam 23:00 WIB. “Biasanya kita kenakan denda jika melewati batas jam itu. Ya dendanya Rp 10 ribu, kan kasihan juga yang jaga.”
Namun pendapat berbeda disampaikan Kusnaeni. Pemilik kos di dekat kampus IPB, Bogor ini mengaku tak merasa khawatir dengan berdirinya apartemen untuk IPB. Pasalnya, jumlah mahasiswa IPB tidak hanya ratusan melainkan ribuan orang. Sehingga, apartemen yang akan disediakan oleh pihak kampus tersebut, tidak akan membuat pemilik kos gigit jari.