- VIVA.co.id/Nurcholis Anhari Lubis
Pembeli tipe tiga kamar yang berukuran 66,20 m2 dapat menerapkan sewa satu atau dua kamar kepada penghuni lainnya. Kondisi itu akan sangat menguntungkan bagi pembeli tipe triple key tersebut.
Penjualan di awal yang sudah lebih dari 50 persen itu, merupakan kabar baik bagi pengembang. Apalagi, segmen yang disasar adalah mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menempuh kuliah.
Di sisi lain, di sekitar lokasi apartemen yang berlokasi di kawasan Margonda, Depok, bertebaran perguruan tinggi skala besar. Sebut saja UI, Universitas Pancasila, dan Universitas Gunadarma.
Tidak hanya perputaran uang di kalangan perusahaan pengembang, dampak bagi masyarakat sekitar juga akan terlihat. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)
Tidak hanya perputaran uang di kalangan pengembang, dampak bagi masyarakat sekitar juga akan terlihat. Di sekitar lokasi apartemen, berpotensi muncul warung-warung makan, minimarket, hingga toko atau kios yang menjajakan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Meski tidak ada angka yang pasti, keberadaan apartemen tersebut akan mendorong aktivitas ekonomi di sekitarnya. Tidak hanya yang berskala besar, namun juga kecil.
Ferry mengatakan, keuntungan atau margin yang diambil para pengembang apartemen di Jakarta atau Pulau Jawa sebesar 30 persen. Meskipun, margin ini lebih rendah bila dibandingkan rumah tapak.
“Sebab, kalau korporasi butuh biaya operasional dan pengembangan bisnis seperti mencari tanah baru,” ujarnya.
Dia menjelaskan, margin yang diambil pengembang apartemen lebih rendah, karena hanya untuk keperluan biaya perawatan. Sementara itu, Anton, mengatakan, margin keuntungan yang diperoleh pengembang dari proyek apartemen minimal 20 persen.
Namun, bila melihat gelontoran kredit yang diberikan pada Februari 2017, terjadi pertumbuhan kredit di sektor properti. Meski lebih rendah dibanding Januari, melambatnya pertumbuhan kredit properti pada bulan kedua tahun ini relatif kecil.
Data Bank Indonesia menyebutkan, pada Februari 2017, posisi kredit properti tercatat Rp706,2 triliun atau tumbuh 15 persen (year on year). Sementara itu, pertumbuhan kredit properti pada Januari tercatat 15,1 persen.
Pada Februari, kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) terlihat tumbuh 7,4 persen (yoy).
Bila dirinci, dari kredit properti per Februari itu, KPR dan KPA tercatat sebesar Rp367,6 triliun. Meski demikian, posisi KPR dan KPA pada Februari itu sedikit lebih rendah dibanding Januari 2017 yang tercatat Rp368,3 triliun.