SOROT 445

Mengibarkan Perajin Wastra Wanita

Lenny Agustin
Sumber :
  • instagram.com/lennyagustin18

VIVA.co.id – Berwarna. Barangkali ini istilah yang paling tepat menggambarkan sosok Lenny Agustin. Ragam warna selalu membalut penampilan perancang busana kelahiran Surabaya tersebut. Gaya lincah,  rambut pendek dengan gradasi pelangi dan busana funky membuatnya terlihat begitu eksentrik bila dibandingkan desainer Indonesia kebanyakan.

img_title Membaca Perempuan Lewat Kain, Warna dan Keheningan

Bukan hanya wujudnya saja yang membetot perhatian. Prestasi wanita yang sudah menggeluti dunia fashion designer selama 16 tahun ini pun tak kalah mencolok. Lenny tercatat pernah mewakili Indonesia di ajang Japan Fashion Week 2008, masuk dalam daftar 25 Inspiring Women 2014, dan bahkan karyanya pernah ditulis dalam New York Times.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjadi seorang perancang busana sesungguhnya sudah terpatri di benak Lenny sejak masih kecil. Hanya saja, tak mudah bagi dia untuk meyakinkan kedua orangtua. Meski orangtua tak menentang, kata Lenny, mereka tak mengizinkannya untuk menempuh pendidikan di sebuah sekolah mode non-formal selepas SMA.

img_title Lebih dari Sekadar Surat, Tembang Alit Kartini Ungkap Sisi Lain RA Kartini sebagai Promotor Seni Dunia

"Mereka enggak setuju bukan karena cita-citanya, tapi karena bentuk sekolah fashion yang tidak formal waktu di Surabaya. Setelah saya menemukan sekolah formal Seni Rupa dan Desain Mode ISWI, mereka mengizinkan," ujar Lenny.

Tak hanya ISWI, Lenny ‘tancap gas’ dengan menempuh pendidikan di dua sekolah mode lainnya, yakni Bunka dan Lasalle College Jakarta.  Berbekal ilmu yang diperoleh, Lenny mantap mengukuhkan kariernya sebagai perancang busana dengan membuka usaha butik pada 2001.

img_title Kisah Mak Netty Usia di Atas 50 Tahun Jadi Driver Ojol, Benar-benar Cerminan Kartini Masa Kini

Sebagai pendatang baru, ada berbagai tantangan yang dihadapi ibunda penyanyi Gavin MJ ini kala itu. Apalagi, ia tak punya pengalaman sama sekali dalam mengelola sebuah usaha.

"Sebagai perancang mode baru, saya harus berusaha masuk ke dunia mode dan menarik perhatian. Kemudian juga berusaha survive menjalani industrinya," ujar Lenny.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan tetap berpijak pada hasratnya mengeksplorasi busana dan wastra nusatara atau kain tradisional Indonesia, Lenny berusaha menciptakan karya yang berbeda dari perancang busana lain. Ia lantas memadukan kebaya dengan busana yang tak biasa, seperti rok tutu, rok span, bahkan legging. Hasilnya, busana tradisional lebih terlihat muda, ringan, serta fun.

Inilah yang kemudian menjadi ciri khas sang desainer hingga saat ini. Dalam setiap karyanya, ia ingin mengajak remaja dan ibu-ibu muda tidak ragu mengenakan busana tradisional. "Saya ingin masyarakat kita tidak menganggap apa yang disebut tradisional itu tidak bisa diekspresikan lebih kekinian," kata salah seorang pengurus Indonesian Fashion Chamber (IFC) ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut