SOROT 459

Mimpi Negara Antariksa

Warga menyaksikan peluncuran pesawat ulang alik ke luar angkasa dari Wenchang Satellite Launch Center di Wenchang, Provinsi Hainan, China
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Dia bergabung karena terdorong juga untuk bisa menjadi salah satu pembuat sejarah dari sebuah negara pertama yang diluncurkan di antariksa. Syafriza pun makin yakin, ini bukan proyek sembarangan. 

img_title Peluncuran Misi Mars Arab yang Pertama Ditunda karena Cuaca Buruk

"Sampai akhirnya saya di-interview secara online dan diangkat sebagai staf relawan, satu bulan setelah bergabung,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Skeptisme Syafriza itu semakin terkikis saat melihat jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan Asgardia semakin banyak, dari hanya 1.100 orang menjadi 5.182 orang. Semua warga yang mendaftar akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kewarganegaraan di Asgardia, lengkap dengan nomor identitas.

img_title Robot Penghasil Oksigen di Mars Batal Meluncur

sorot antariksa - Juru Bicara Asgardia Indonesia - Syafriza Bakri

Juru Bicara Asgardia Indonesia, Syafriza Bakri bercerita banyak perihal Negara Asgardia kepada VIVA.co.id di Jakarta. (VIVA.co.id/Rifki Arsilan)

img_title Ternyata Ada 3 Penumpang di Pesawat Crew Dragon

Di balik keyakinan akan terwujudnya Asgardia, Syafriza juga menyadari jika butuh waktu yang tidak sebentar untuk mewujudkan negara di antariksa itu. Sebab, banyak tahapan yang harus dilakukan para pemimpin bangsa Asgardia untuk bisa membangun negara di luar angkasa. 

Langkah pertama yang harus mereka raih adalah pengakuan dunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Memilih pejabat pemerintah, bendera negara, lagu kebangsaan, dan lambang negara melalui sistem voting online. 

Lalu, pada 12 September tahun ini, mereka juga mengaku telah siap meluncurkan satelit kecil berisi data Asgardian.

“Satelit itu ukurannya tidak besar dan akan membawa semacam harddisk berisi data-data warga (Asgardia). Mungkin orang menilai tidak terlalu penting, tapi itu dilakukan untuk menandakan keberadaan kita di luar angkasa," tuturnya. 

Sejatinya, Asgardia itu bukan ingin membuat planet, bukan ingin mengambil teritori planet. Itu akan melanggar hukum luar angkasa internasional. 

Jadi yang akan dilakukan Argardia adalah membuat platform seperti space station atau kapal induk luar angkasa. Kapal induk itu nantinya bisa menampung jutaan orang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami juga memiliki perangkat pertahanan untuk melindungi Bumi dari serangan atau bahaya luar angkasa. Konsep kapal induk itu, intinya, akan menjadi pelindung Bumi,” kata pemuda yang mencalonkan diri jadi ‘wali kota’ di Asgardia itu.

Soal keuangan, negara ini pun akan memiliki sumber sendiri, yang akan digunakan untuk kelangsungan pemerintahan. Termasuk dalam upaya membuat satelit dan kapal induk. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut