SOROT 459

Mimpi Negara Antariksa

Warga menyaksikan peluncuran pesawat ulang alik ke luar angkasa dari Wenchang Satellite Launch Center di Wenchang, Provinsi Hainan, China
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Menurut Thomas, pembentukan Asgardia bukan semata karena banyak masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan keadaan Bumi. Namun, lebih kepada protes dari sang pendiri yang merasa hukum keantariksaan yang didasarkan pada kepemilikan negara, mengekang program keantariksaan independen. 

img_title Peluncuran Misi Mars Arab yang Pertama Ditunda karena Cuaca Buruk

“Agar tidak terkekang oleh negara-negara yang ada sekarang, dia (Igor) membuat negara di antariksa supaya bisa mendaftarkan wahana atas nama Asgardia,” tutur Thomas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat BMKG di Masjid Agung Baiturahman, Malang (9/3/2016)

img_title Robot Penghasil Oksigen di Mars Batal Meluncur

Petugas dari BMKG tengah melakukan observasi di Malang, Jawa Timur. (VIVA.co.id/D.A Pitaloka)

Meski senada dengan Thomas, Suaidi Ahadi, kepala Sub Bidang Analisis Geofisika Potensial dan Tanda Waktu di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menanggapi Asgardia sebagai terobosan teknologi. 

img_title Ternyata Ada 3 Penumpang di Pesawat Crew Dragon

Dia setuju dengan ide mendirikan koloni di antariksa, namun tidak setuju dengan alasan perubahan iklim di Bumi yang menjadi dasar perpindahan manusia itu.

“Saya pribadi, bukan BMKG, termasuk orang yang tidak percaya dengan perubahan iklim signifikan. Sebenarnya Asgardia ini tidak membangkitkan isu tentang Bumi sudah tidak layak huni," katanya. 

Dia membangkitkan isu teknologi bahwa manusia ternyata bisa hidup di luar angkasa. Ide-ide seperti ini kan sudah ada lama, seperti di Mars. 

Ini proyek ambisius dari penciptanya. Dia sudah punya rancangan di mana satelit akan dikirim. "Cuma apakah bisa membawa manusia sebanyak ratusan ribu ke atas sana? Sumber dayanya dari mana?” kata Suaidi.

Selanjutnya, Perjalanan Panjang

Perjalanan Panjang

Suaidi membeberkan banyak hal yang diperkirakan menjadi kendala bagi Asgardia untuk bertahan di luar atmosfer. Misalnya, lapisan terselubung Bumi yang punya efek badai elektronik (ionosfer), yang akan membakar benda apa pun yang melewati. 

Lalu, juga soal bagaimana Asgardia bisa bertahan kalau terjadi badai Matahari. Bukan hanya masalah sains yang harus menjadi perhatian Igor, tapi juga isu tata negara yang harus diikuti. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, yang terheran-heran mendengar ide ini, mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang harus dimiliki untuk membangun sebuah negara.

“Kalau kita bicara pembentukan negara, syarat pembentukan suatu negara itu kan batas wilayahnya," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut