SOROT 461

Nyonya Meneer Tak Lagi Kuat Berdiri

Pabrik PT Nyonya Meneer yang terletak di Jalan Raya Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto

VIVA.co.id –  ‘OBYEK INI DALAM SITA UMUM’. Tulisan itu terpampang, persis di depan bangunan yang berlokasi di Jalan Kaligawe Km 4, Kota Semarang, Jawa Tengah ini. Pengumuman yang ditulis dalam huruf kapital itu terpampang di spanduk warna kuning berukuran 3x6 meter yang menempel di pintu pagar. Tak jauh dari pagar, terlihat papan nama atau plang bertuliskan ‘MUSEUM JAMU NJONJA MENEER’ dan ‘NJONJA MENEER’ berukuran besar. 

img_title Rahmat Gobel Tak Selamatkan Nyonya Meneer dengan Akuisisi

Spanduk berisi pemberitahuan segel dipasang di sisi depan pintu gerbang kompleks pabrik PT Nyonya Meneer di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 10 Agustus 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang karyawan mengamati tulisan pengumuman penyitaan di pabrik PT Nyonya Meneer, Jalan Kaligawe Semarang. (VIVA.co.id/Dwi Royanto)

img_title Utang Nyonya Meneer Membengkak Hingga Rp250 Miliar

Sore itu, Rabu, 9 Agustus 2017, bangunan yang berada persis di pinggir kali ini tampak sepi. Tak ada lalu lalang orang dan kendaraan laiknya sebuah perusahaan. Juga tak terdengar suara mesin yang sedang beroperasi. Bangunan berdinding putih dengan cat yang mulai kusam ini tampak lengang.

Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1919 ini sedang terlilit utang. Akibat tak kuat membayar, perusahaan diputuskan pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang. Pabrik jamu legendaris ini pun goyang.

img_title Pengacara Sebut Utang Nyonya Meneer ke Karyawan Rp98 Miliar

Perusahaan Keluarga

PT Nyonya Meneer merupakan bisnis keluarga yang diwariskan secara turun temurun. Menurut buku Family Business: A Case Study of Nyonya Meneer, One of Indonesia’s Most Successful Traditional Medicine Companies, perusahaan ini didirikan oleh Lauw Ping Nio, nama asli dari Nyonya Meneer. Produk jamunya terkenal sejak 1919 dan memiliki pabrik pertama di Semarang, Jawa Tengah.

Nyonya Meneer sendiri lahir di Sidoarjo, Jawa Timur pada 1895 dan tinggal di Semarang dengan suaminya saat pendudukan Belanda. Besar di Sidoarjo, Meneer kecil menerima banyak didikan dari sang ibu, termasuk meracik tanaman untuk digunakan sebagai obat. Warisan orangtua ini yang kemudian menjadi cikal bakal industri jamu terbesar di Indonesia yang produknya berhasil menembus pasar internasional ini.

Bangunan pabrik Nyonya Meneer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu bangunan pabrik PT Nyonya Meneer yang ada di Semarang. (VIVA.co.id/Dwi Royanto)

Sebutan Meneer ia dapatkan sejak masih berada di dalam kandungan. Ibunya gemar memakan butiran-butiran halus sisa tumbukan padi yang dalam bahasa Jawa disebut Menir. Maka saat Lau Ping Nio lahir, sang ibu kerap memanggilnya dengan sebutan Meneer.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut