- dok. pribadi
Diah dan Nurul punya alasan serupa. Umrah mandiri jadi pilihan, karena dianggap lebih ekonomis. Selain itu, mengatur sendiri perjalanan suci ini jadi keseruan yang punya nilai lebih bagi mereka.
"Kita pun akan terlibat secara langsung dalam proses dan mekanisme persiapan untuk keberangkatannya, mulai dari mencari tiket promo ke Jeddah, memilih agen travel yang dapat mengakomodir kebutuhan kami sesuai dengan bujet yang kami anggarkan sampai sumbang saran mengenai itinerary yang akan kami jalani, serta melakukan koordinasi dengan teman-teman yang akan turut umrah bersama, di mana hal itu merupakan pengalaman yang cukup berharga bagi saya dan teman-teman," kata Diah.
Berdasarkan pengalaman yang mereka alami, tak ada kendala yang berarti dari proses perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan umrah mandiri. Umumnya, mereka mengaku kesulitan dalam komunikasi dan koordinasi antaranggota grup karena setiap orang berasal dari domisili yang beragam.
"Menurut pengalaman saya, baik pribadi maupun grup teman-teman yang lain, lebih ke komunikasi. Karena lokasi kami berbeda, sedangkan hal-hal seperti mengurus seragam umrah, kelengkapan dokumen, pengadaan buku manasik, dan sebagainya dilaksanakan bersama-sama, jadi perlu koordinasi semua member sesuai dengan pembagian tugasnya. Selain itu, agak sulit jika ada perubahan aturan baik dari maskapai maupun kedutaan yang tak bisa diprediksi," ujar Nurul. (mus)