SOROT 468

Lampu Kuning Ritel Konvensional

Aktivitas pekerja di gudang online Lazada di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

VIVA.co.id – Tumpukan rak pakaian kosong dan manekin tersusun rapi di pojok lantai dua pusat perbelanjaan di bilangan Blok M, Jakarta Selatan. Sejumlah karyawan berseragam merah pun sibuk menyusun pakaian untuk dimasukkan ke dalam karung besar.

img_title Beras Fortifikasi Dipastikan Tak Menggeser Beras Premium, Mendag Budi: Pangsa Pasarnya Beda!

Hari itu, situasi gerai Matahari Department Store tampak hening dan tidak seperti biasanya. Pusat ritel pakaian yang sudah tahunan berdiri di Ibu Kota Jakarta itu dikabarkan akan menutup sebagian gerainya pada akhir September 2017.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Iya pak, ini sudah mau tutup (Matahari)," kata salah satu karyawan Matahari Department Store yang tidak bersedia namanya disebutkan kepada VIVA.co.id, Rabu 27 September 2017.

img_title Penjualan EV Moncer dan Pelaku Ritel Masih Optimis, Airlangga Bantah Ekonomi RI Tengah Lesu

Tak cuma di Blok M, pemandangan serupa juga terjadi di Pasaraya Manggarai. Matahari Department Store yang menempati tiga lantai di dalam Gedung Pasaraya Manggarai pun sudah tampak sepi dari pengunjung. 

Gerai Matahari di Pasaraya Manggarai bahkan tidak lagi menjajakan barang dagangannya. Terlihat dari susunan rak, gantungan baju, serta keranjang besi untuk tumpukan pakaian sudah dilingkari dengan seutas tali rafia untuk menandakan gerai telah tutup. 
 
"Semua memang harus sudah selesai beres-beres akhir bulan ini pak. Kami sampai tanggal 30 (September)," kata salah satu supervisor Matahari Pasaraya Manggarai ketika berbincang dengan VIVA.co.id.

img_title Menko Airlangga Minta Pengusaha Ritel Modern Bantu Kopdes Merah Putih Permudah Akses Barang Non-Subsidi

Kondisi tersebut tentunya bukan yang pertama terjadi di industri ritel Indonesia, setelah sebelumnya pada tahun ini juga gerai ritel makanan dan minuman 7-Eleven menutup seluruh tokonya di Tanah Air. 

Toko 7 Eleven di Jakarta yang telah tutup

Toko 7-Eleven yang telah tutup di Jakarta. (REUTERS/Agoes Rudianto)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adanya penutupan toko-toko itu ditengarai karena mulai lemahnya daya beli masyarakat Indonesia. Bahkan, kondisi itu semakin diperkuat dengan tidak tumbuhnya sektor ritel di saat Lebaran yang seharusnya tumbuh dua kali lipat. [Baca juga: Peritel Dunia Dihantam Badai]

Data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pun mencatat daya beli yang lemah semakin menurunkan geliat sektor ritel. Bahkan, hingga Semester I-2017 industri ritel hanya tumbuh 3,7 persen atau anjlok dibandingkan tahun lalu yang mencapai 10 persen. [Lihat Infografik: Ritel Vs E-Commerce]

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut