SOROT 482

Dilabur agar Tak Digusur

Suasana kampung Penas Tanggul yang berada di Jalan Pancawarga, Jakarta Timur
Sumber :
  • VIVA/Purna Karyanto

Senada dengan Sumiati, sejak dideklarasikan dan dikenal sebagai kampung warna warni, banyak pengunjung yang datang. “Cukup banyak. Dari luar negeri pun cukup banyak. Ada dari Australia, Jepang, Hongaria, Thailand, Singapura. Kalau dari universitas yang di Jakarta, hampir rata-rata universitas di Jakarta pernah ke sini,” ujarnya bangga.

img_title Pemkot Bandung Larang Warga Merokok di Jalan Braga

Salah satu warga, Ahmadi (52) mengaku senang dengan keberadaan kampung warna warni. Ia mengatakan, saat ini kampungnya sudah lebih bersih di banding sebelumnya. “Sekarang lebih bersih dibandingkan dulu. Dulu kumuh banget, becek, jalannya susah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kumuh dan Beragam

img_title Ketika Zona Hitam Kampung Bandit Disulap Jadi Pink Cantik

Sumiati mengakui, sebelumnya kampung mereka memang kumuh. “Kalau dibilang kumuh, ya luar biasa kumuhnya. Bahkan rumah-rumah di sini dulu itu semi permanen semua. Mungkin kalau dibandingkan sama MCK rumah di sini, lebih bagus MCK,” ujarnya.

Tak hanya itu, permukiman yang berada di bantaran Kali Cipinang ini juga langganan banjir. “Tahun 2002 dan tahun 2007 ketika banjir, kampung ini banjir sampai ke lantai dua,” ujarnya mengenang.

img_title Kreatif Saat Wabah Corona, Warga Ini Sulap Gang Sempit jadi Indah

Hal senada disampaikan Nobby. Menurut dia, di Cipinang Besar Selatan, RT 015/02 memang dikenal sebagai kampung kumuh. “Ini juga yang menjadi latar belakang kampung warna-warni ini. Makanya kami ingin menata kampung ini agar wajah kampung ini berubah menjadi kampung yang bersih, cantik dan sehat,” ujar anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua RW 02 Sumardiyono mengakui, jika sebelumnya wilayah RT 015 memang kawasan kumuh. Tak hanya kumuh, kawasan itu juga terkenal dengan penghuninya yang akrab dengan kriminalitas. “Bukan kumuh lagi. Mungkin tempatnya kurang ajar atau kriminal lah di situ itu kumpulnya. Apa lagi di sebelahnya itu RT 14, tukang copet, tukang bunuh. Banyak yang kenal daerah Penas sebagai daerah merah lah dulu itu,” ujarnya saat VIVA berkunjung ke rumahnya.

Namun, itu masa lalu. Saat ini RT 015 sudah berubah menjadi wilayah yang bersih dan rapi. Juga aman dan nyaman. Menurut purnawirawan TNI Angkatan Udara ini, saat ini orang yang mau berbuat jahat di kampung warna warni juga berfikir dua kali.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut