Sutradara Joko Anwar dan aktor Abimana Aryasatya

Gundala Beda dari Film Marvel dan DC

Sutradara film Gundala, Joko Anwar
Sumber :
  • VIVA/Yasmin Karnita

Di Gundala, rasa itu yang saya dapat. Bareng-bareng bikin film, temen fokusnya bikin film bersama, bukan lagi mengenai apa yang kita dapet situ, tapi hasil akhirnya ya dampaknya pasti positif dari situ.

img_title Sandiaga Uno Janji Pelaku Film dan Ekonomi Kreatif Dapat Vaksin

Bicara soal film superhero, jagoan, pasti pakai efek visual dong?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bikinnya juga susah banget ya. Kalau ada yang bilang bikin film itu dengan darah dan air mata, ya ini. Krunya sampai ada yang nangis. Saya juga beberapa kali sampai, 'Oh susah banget ni bikin filmnya.' Tapi emang worth it banget.

img_title Wajib Nonton 10 Film Indonesia Terbaik, Drama, Action hingga Horor

Kalau ditanya soal CGI ya, visual effect kita porsinya tidak begitu banyak, karena banyakan kita organik. Kalaupun ada visual effect biasanya kita lebih practical. 

Karena apa? Karena memang film-film yang lebih menarik justru yang efeknya practical, yang enggak terlalu banyak CGI. Tapi kita ada CGI-nya. Di teaser itu CGI-nya banyak banget. Orang-orang enggak nyangka kalau itu CGI. 

img_title Joko Anwar Sutradara Terbaik FFI 2020

Persentase CGI dalam film ini berapa?

Kita ada 600 shot untuk CGI.

Bagaimana proses syuting untuk efek visual itu?

Abimana: Ya kayak orang gila aja. Enggak ada itunya (petir). Sendirian aja. Tapi gak banyak. Joko yang, 'Petir datang', 'Disambaar'. 

Joko Anwar: Enggak gitu, enggak gitu. 

Abimana: Dia pakai toa teriak-teriak, 'Oke Sancaka datang di tengah, petirnya datang, nyambar di tengah.' Galak banget, hahaha.

Film Gundala

Abi, gimana rasanya pakai kostum Gundala?

Panas. Kalau bahan, enggak tahu namanya.

Ketat?

Nonton aja. Yang pasti, panas. Kalau di Hollywood syuting di studio, kalau kita kan enggak. Asli kita mah (lokasinya). 

Joko Anwar: Berendam di keringat.

Bagaimana caranya konsentrasi?

Abimana: Enggak konsen. Joko itu membuat semua orang nyaman. Semua orang harus nyaman. Kalau sutradaranya Joko itu, kita enggak merasa punya masalah, pokoknya fokus sama apa yang harus kita lakuin aja, sesuai dengan job desk-nya ya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai pemain, apa baca komik sebelumnya?

Abimana: Baca, kalau saya ada yang baca, tapi memang tetep sebagai aktor pengin punya interpretasi sendiri, warna sendiri, tapi tetep didiskusikan dengan Joko.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut