Sutradara Joko Anwar dan aktor Abimana Aryasatya

Gundala Beda dari Film Marvel dan DC

Sutradara film Gundala, Joko Anwar
Sumber :
  • VIVA/Yasmin Karnita

Abimana: Enggak, jangan lebay.

img_title Sandiaga Uno Janji Pelaku Film dan Ekonomi Kreatif Dapat Vaksin

Joko Anwar: 97 persen, kan aku yang edit. Saya sempet diskusi sama Abi, bahkan ketika dalam kostum harus akting, karena gerakannya, harus sesuai. Nah itu yang membuat akhirnya pas editing yang dipakai shot-nya Abi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Abimana: Kan mau dibikin manusia kan, bukan tiba-tiba jadi superhero tidak terkalahkan. Tetep takut. Maksudnya ada takut kehilangan, capek, kan tetep harus kelihatan di badan. Walaupun kadang-kadang enggak kelihatan juga (pakai topeng).

img_title Wajib Nonton 10 Film Indonesia Terbaik, Drama, Action hingga Horor

Boleh diceritakan secara umum proses syutingnya bagaimana?

Lokasinya semua daerah Jawa. 54 hari 74 lokasi syuting. Jadi dalam satu hari bisa dua-tiga kali pindah lokasi syuting. Ada satu pasar di Bogor, Tangerang. Kita memang ingin bikin yang serius banget jadi sampai ada beberapa lokasi kita bikin, dalam sama luarnya itu beda lokasi.

img_title Joko Anwar Sutradara Terbaik FFI 2020

Jadi sampai kita syuting masih cari lokasi. Karena kita ingin banget dapat yang terbaik. Dan banyak orang-orang situ ngebantu banget.

Sutradara Joko Anwar dengan pemeran utama Gundala, Abimana Aryasatya

Biasanya film bakal jagat sinematik punya post-credit scene, bagaimana dengan Gundala?

Mau berapa? Hahaha. Entar dicoba deh. Post-credit scene-nya akan very very nice. Banyak kejutan di film ini makanya kita rahasiain banget.

Di tengah gempuran superhero Hollywood, apa tanggapan Bang Joko kalau Gundala dibanding-bandingkan dengan film Marvel dan DC?

Alhamdulillah kalau dibandingin sama Marvel atau DC. Kalau dibandingin sama Nollywood-nya Nigeria ya... enggak sama yang jelek maksudnya.

Lalu apa ada rencana Gundala jalan-jalan ke luar negeri seperti Pengabdi Setan?

Pengabdi Setan dulu setelah tayang, beritanya banyak, masuk festival. Kita juga berharap gitu pada Gundala. Karena nanti kalau temen-temen tonton kita beda sama Marvel, DC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kalau mau bersaing secara visual effect enggak mungkin ya, mustahil dan sia-sia. Karena bujet mereka itu sampai Rp1,3 triliun. Enggak apple to apple.

Kita sangat-sangat jauh dari itu, jadi kita mengedepankan karakter dan cerita. Dan memang kita bikin penonton ada yang tertawa, ada yang nangis, takut karena ada elemen horor juga. Eh, aku salah ngomong ya. Supaya kedengeran keren, salah ya haha.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut