Pasang Surut Jualan Mobil
- VIVA/Purna Karyanto
VIVA – Puluhan tahun lalu, merek otomotif Toyota merintis bisnisnya di Tanah Air. Saat itu, persaingan di pasar kendaraan bermotor roda empat belum seramai sekarang. Jenis dan model kendaraannya terbatas. Merek otomotif Jepang ini bisa bergerak leluasa.
Saat itu, Toyota mengandalkan produk bernama Kijang, sebuah mobil yang menawarkan kapasitas angkut penumpang lebih banyak dari jenis sedan. Kijang mereprensentasikan kebutuhan orang Indonesia, yang senang ngumpul, termasuk saat bepergian memakai mobil.
Seiring berjalan waktu dan teknologi yang terus berkembang, mobil yang dipasarkan beragam. Sebagai pemain lama, Toyota turut ambil bagian mengisi celah yang ada. Sayang, kondisi tak melulu mulus, ada pasang surut mengiringi perjalanan bisnisnya.
![]()
Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, berbagi cerita tentang penjualan sampai dengan rencana masa depan perkembangan otomotif. Di kantornya yang terletak di kawasan Sunter, Jakarta Utara, tim VIVA.co.id, 'RI-2' nya Toyota itu menyambut kami dengan ramah.
Pak Henry, kami penasaran, bagaimana perkembangan Toyota dengan kondisi saat ini, khususnya TAM di Indonesia dari segi sales and marketing?
Kalau bicara merek Toyota, sampai saat ini kami masih bersyukur. Masih jadi market leader. Artinya masih dipercaya masyarakat Indonesia untuk pembelian kendaraan. Kalau memang ada pasang surut, itu biasa ya.
Dari tahun 2000-an penjualan terus naik, sampai tahun 2012 itu boleh dikatakan agak stagnan sampai sekarang. Tapi kami merasa, Toyota masih dipercaya dan bisa jadi leader di Indonesia.
Anda tadi sempat dibilang tadi market naik turun, jadi lebih susah mana, jualan mobil saat ini atau sebelumnya?
Bicara market kan situasinya beragam ya. Jika kembali ke 10 sampai 15 tahun lalu, marketnya lebih kecil. Tetapi, pemainnya juga lebih sedikit. Dalam konteks persaingan mungkin lebih mudah, marketnya enggak besar.
Sekarang, pasar otomotif bisa dikatakan stagnan, tetapi volume jualannya sudah cukup besar, selalu di atas 1 juta unit setiap tahun. Pemainnya tetapi makin banyak, setiap tahun selalu ada new players coming.
Jika melihat pameran GIIAS tahun ini dan tahun lalu, trennya kendaraan jenis SUV ini mulai menunjukan diri. Ini selera konsumen yang naik kelas dari MPV ke SUV atau bagaimana, menurut pengamatan Anda?