VP Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto

Pasang Surut Jualan Mobil

Henry Tanoto Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM)
Sumber :
  • VIVA/Purna Karyanto

VIVA – Puluhan tahun lalu, merek otomotif Toyota merintis bisnisnya di Tanah Air. Saat itu, persaingan di pasar kendaraan bermotor roda empat belum seramai sekarang. Jenis dan model kendaraannya terbatas. Merek otomotif Jepang ini bisa bergerak leluasa.

img_title Terpopuler: Harga Vespa Matic Bekas Mulai Rp13 Jutaan, Target Penjualan Mobil 2026, hingga Misteri 10 Ribu BYD

Saat itu, Toyota mengandalkan produk bernama Kijang, sebuah mobil yang menawarkan kapasitas angkut penumpang lebih banyak dari jenis sedan. Kijang mereprensentasikan kebutuhan orang Indonesia, yang senang ngumpul, termasuk saat bepergian memakai mobil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring berjalan waktu dan teknologi yang terus berkembang, mobil yang dipasarkan beragam. Sebagai pemain lama, Toyota turut ambil bagian mengisi celah yang ada. Sayang, kondisi tak melulu mulus, ada pasang surut mengiringi perjalanan bisnisnya.

img_title Target Baru Penjualan Mobil Indonesia 2026

Henry Tanoto Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM)

Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, berbagi cerita tentang penjualan sampai dengan rencana masa depan perkembangan otomotif. Di kantornya yang terletak di kawasan Sunter, Jakarta Utara, tim VIVA.co.id, 'RI-2' nya Toyota itu menyambut kami dengan ramah.

img_title Terpopuler: Penjualan Mobil Tembus 511 Ribu Unit, Merek Favorit Juli, hingga Gaji Fantastis Elon Musk

Pak Henry, kami penasaran, bagaimana perkembangan Toyota dengan kondisi saat ini, khususnya TAM di Indonesia dari segi sales and marketing?

Kalau bicara merek Toyota, sampai saat ini kami masih bersyukur. Masih jadi market leader. Artinya masih dipercaya masyarakat Indonesia untuk pembelian kendaraan.  Kalau memang ada pasang surut, itu biasa ya.

Dari tahun 2000-an penjualan terus naik, sampai tahun 2012 itu boleh dikatakan agak stagnan sampai sekarang. Tapi kami merasa, Toyota masih dipercaya dan bisa jadi leader di Indonesia.

Anda tadi sempat dibilang tadi market naik turun, jadi lebih susah mana, jualan mobil saat ini atau sebelumnya?

Bicara market kan situasinya beragam ya. Jika kembali ke 10 sampai 15 tahun lalu, marketnya lebih kecil. Tetapi, pemainnya juga lebih sedikit. Dalam konteks persaingan mungkin lebih mudah, marketnya enggak besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekarang, pasar otomotif bisa dikatakan stagnan, tetapi volume jualannya sudah cukup besar, selalu di atas 1 juta unit setiap tahun. Pemainnya tetapi makin banyak, setiap tahun selalu ada new players coming.

Jika melihat pameran GIIAS tahun ini dan tahun lalu, trennya kendaraan jenis SUV ini mulai menunjukan diri. Ini selera konsumen yang naik kelas dari MPV ke SUV atau bagaimana, menurut pengamatan Anda?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut