Pebalap Iran Dominasi Tour de Singkarak 2017

Tour de Singkarak 2017
Sumber :
  • VIVA/Andri Mardiansyah (21-11-17)

VIVA – Tour de Singkarak (TdS) 2017 resmi berakhir. Pebalap asal Iran, Khalil Khorshid dari Tabriz Shahrdary Team menjadi yang terbaik pada kejuaraan yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata. Di Etape kesembilan yang finish di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu 26 November 2017.

img_title Pembalap Australia Juara Umum Tour de Singkarak 2019

Pebalap dengan nomor start 45 ini langsung diganjar hadiah Rp100 juta setelah membukukan total waktu 30:?12:18. Rekan satu timnya, Ghader Mizbani gagal melanjutkan lomba lantaran mengalami cedera setelah jatuh di etape kedua yang finish di Sawahlunto. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya senang sekali bisa meraih hasil terbaik. Apalagi saya baru pertama kali turun di TdS. Sambutan masyarakat juga luar biasa. Insya Allah saya akan kembali lagi tahun depan," kata Khalil Khorshid usai menerima medali kemenangan di Kota Bukittinggi. 

img_title Etape IX Tour de Singkarak, Penentuan Juara Umum

Selain menjadi juara umum dan meraih yellow jersey, Khalil Khorshid juga dinobatkan sebagai raja tanjakan (polkadot jersey) di kejuaraan dengan level 2.2 itu. Ia mampu mengumpulkan 92 poin. Poin ini didapatkan setelah melalui titik tanjakan (KOM) yang ada di setiap etape dan salah satu yang tertinggi dia etape lima dari Solok menuju Solok Selatan maupun Embun Pagi.

Selain itu, Khalil juga sukses membawa timnya Tabriz Shahrdary Team menjadi juara umum tim dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp120 juta.

img_title Dampak Positif Perluasan Jalur Tour de Singkarak ke Jambi

Untuk predikat raja sprint TdS 2017 direbut pebalap debutan Robert Muller dari tim Embrace The World Cycling Jerman. Dia sukses meraih skor tertinggi sebesar 77 poin. Selain itu, pebalap dengan nomor start 122 ini juga mampu juarai etape pertama dan ketiga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hasil yang cukup bagus di TdS. Saya senang dengan hasil yang saya raih. Saya berharap balapan kedepan jauh lebih baik terutama untuk transfer. Idealnya satu jam saja. Tapi saya akan berusaha untuk kembali tahun depan," katanya. 

Sementara itu, pebalap Indonesia yang paling sukses dan berhak meraih red white jersey adalah Jamal Hibatulloh dari KFC Cycling Team. Pebalap asal Sumedang Jawa Barat itu membukukan total catatan waktu 30:24:43 dan pada klasemen umum berada diposisi enam. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut