Martabat Palestina

Kolase - Wapemred tvonenews.com Ecep S Yasa mewawancara salah satu pendiri Hamas, Khaled Mashal (insert kanan bawah). Background Demo antri Israel.
Sumber :
  • tim tvonenews.com

Catatan Ecep S. Yasa/Wapemred tvOnenews.com.

img_title Kemlu RI Buka Suara Usai Israel Tolak Pesawat yang Diawaki Pilot WNI

PADA awal dan akhirnya semua yang dilakukan Mohammed Deif adalah ihwal martabat. Sepanjang sejarah hidupnya, lelaki berjuluk ‘kucing bernyawa sembilan ini’ mengalami martabat yang diinjak dan harga diri yang direnggut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan kejutan yang ia gagas pada Sabtu (7/10) lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-50 perang Israel melawan Arab, ketika warga Yahudi tengah berleha-leha menikmati libur sabatikal adalah usaha membangkitkan kembali martabat warga Palestina. 

img_title Israel Larang Pilot dari 31 Negara Termasuk Indonesia Terbang ke Wilayahnya, Ada Apa?

Dengan serentak, diawali serangan pesawat tanpa awak (drone) menyerang pos pengawasan, disusul ribuan roket Al Qassam menghujani wilayah Israel yang tak mampu dihalau sistem pertahanan udara Iron Dome, disusul serangan yang lebih mematikan: infiltrasi fisik. 

img_title Arab Saudi Tolak Mentah-Mentah Bantuan Militer Israel untuk Lawan Houthi, Ini Alasannya

(Roket ditembakkan ke arah Israel dari Jalur Gaza, Minggu, 8 Oktober 2023. Sumber: AP Photo)

Ketika panik dengan serangan ribuan roket, pejuang Hamas menyerang Israel dari berbagai arah. Hamas menyerang sasaran militer Israel, membunuh dan menangkap tentara, serta merampas peralatan militer.

Yang paling meruntuhkan adalah penggunaan perangkat audio visual untuk merekam dan menyebarkan serangan di perbatasan Israel yang ternyata sangat meruntuhkan psikologis lawan. Menggunakan gadget merek tertentu dari China yang kerap dilecehkan secara teknologi, ternyata justru efektif mengelabui radar, sensor dan penyadapan Israel. 

Operasi bersandi Badai Al Aqsa dianggap berjalan sukses. Dunia tersentak, sadar, ternyata ada bangsa yang masih menggeliat memperjuangkan terus menerus kemerdekaannya. Ada sebuah negeri yang harga dirinya senantiasa diringkus dan terus berusaha bangkit. 

"Dengan jiwa dan darah, kami menebusmu, Deif," kata warga di sambil bernyanyi saat merayakan suksesnya serangan Hamas sebelum Israel membabi buta menyerang balik wilayah itu.

Mohammed Deif!... Mohammad Deif!... Nama itu  diserukan pemuda pemuda dengan wajah penuh debu di jalanan Gaza sambil mengibarkan bendera tiga warna: hitam, putih dan hijau karena  telah memberi mereka (meski sesaat) apa maknanya memiliki harga diri dan martabat dalam hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(Warga Palestina di kamp pengungsi Palestina al-Bass, di kota pelabuhan selatan Tyre, Lebanon, merayakan serangan yang dilakukan kelompok militan Hamas terhadap Israel. Sumber: AP Photo)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut