Boston: Enam Bintang (Bagian 1)

Kolase Foto - Pemred tvonenews.com Ecep S yasa mengikuti World Marathon Majors di Boston 15 April 2024
Sumber :
  • Dok.Pribadi

SAYA berdiri di sisi jembatan tua sambil memandang air sungai Charles yang mengalir perlahan ke Pelabuhan Boston. Angin kencang menampari wajah. Akhirnya saya sampai juga ke batas ini, titik yang mungkin dirindukan jutaan pelari di Indonesia dan dunia.

img_title Jarak yang Tempuh Pelari Astra Half Marathon 2026 Bakal Dikonversi Dukung Desa Sejahtera

Saya menatap batas cakrawala di ujung horizon terjauh. Sekali lagi saya membuktikan ternyata apa yang disebut batas hanya penanda untuk terus dilewati dan dalam beberapa saat lagi saya akan mendapatkan sebuah capaian baru: Enam Bintang! 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di lokasi ini sekitar dua puluh tahun lalu novelis Jepang Haruki Murakami menulis memoar kenapa ia menggandrungi menulis dan berlari, entah kenapa saya juga terdorong merenung kembali kenapa saya tergerak melalukan dan ingin menuntaskan semua petualangan ini. 

img_title Maybank Marathon 2026 Kantongi World Athletics Elite Label Berstandar Internasional, AQUA Resmi Jadi OHP

Di Boston, saya  memang begitu terserap dengan energi berlari. Kota tua yang romatik sekaligus intelektual ini rumah bagi Boston Marathon. Sepanjang medio April lalu, saya berlari di Boston setiap hari jelang lomba digelar. Entah kenapa setiap jauh dari tanah air saya justru merenung dengan sangat intens. Meski sebenarnya tak baik berlari terlampau lama untuk seseorang yang dalam hitungan jam mesti menghadapi marathon, saya tetap berlari.

img_title Sekolah Baru untuk Republik

Saya berlari di mana saja di sekujur kota Boston yang hampir seluruh sudutnya ramah pelari: di antara pohon pohon maple yang daunnya berwarna kuning di sepanjang jalan Beacon Hill, berkeliling kawasan pejalan kaki kaki yang nyaman di Quinci Market, melintas di jajaran gedung-gedung kaca jangkung di pusat kota waterfront dan di mana saja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenapa saya sangat mencintai olah raga ini? Iya, seringkali pertanyaan pertanyaan itu muncul ketika saya mengupayakan segala hal terlampau besar untuk aktivitas mengeluarkan keringat ini?

Pada awalnya memang hanya sebuah dorongan berolah raga ketika saya merasa hidup saya semakin tak sehat: berat badan saya pernah meledak jauh dari angka ideal dibandingkan tinggi badan saya. Problem ikutan lain muncul: saya mudah sekali merasa lelah. Saya kerap dikurung stress dan sukar keluar dari tekanan itu. Saya ingin memutuskan lingkaran setan gaya hidup yang tak sehat itu. Lantas olah raga apa? 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut