Jenderal Top Marinir Si Anjing Gilla Diam-diam Terlibat Perang Yaman

VIVA Militer: Jenderal James Mattis
Sumber :
  • washingtontimes.com

VIVA – Sebuah fakta terkait sosok yang secara senyap terlibat dalam konflik bersenjata antara Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman, akhirnya terbongkar. Ternyata, aktor penting dalam perang yang sudah berlangsung hampir 10 tahun itu adalah jenderal top Korps Marinir Amerika Serikat (USMC).

Sukses Jalani Misi Kemanusiaan di Gaza, 27 Prajurit Pemberani Dapat Penghargaan dari Panglima TNI

Sosok tersebut tak lain adalah Jenderal James Mattis, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) ke-26 di era kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Russia Today, keterlibatan Mattis dimulai pada 2015 silam. Saat itu, jenderal Amerika berjuluk Mad Dog (Anjing Gila) diminta Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengisi jabatan penasihat militer.

Meriahkan Lebaran, KSAD Jenderal Maruli Hadiri Open House di Rumah Dinas Pangkostrad

Dalam laporan lain yang dilansir VIVA Militer dari Washington Post, Mattis ternyata sudah memiliki kedekatan dengan Syekh Mohamed bin Zayed al-Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi saat itu yang sekarang menjadi Presiden UEA.

VIVA Militer: Jenderal James Mattis

Photo :
  • politico.eu
Begini Potret Lebaran Prajurit Satgas MTF TNI Konga di Daerah Operasi Lebanon

Kedekatan dengan Mohamed bin Zayed (MBZ) sudah terjalin sejak 2011, saat Mattis menjabat sebagai Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Mattis mendapat kontak dari Mohammed bin Zayed, saat Arab Saudi memulai kampanye militer untuk menghadapi milisi Houthi Yaman.

Tepatnya Juni 2015, Mattis dikabarkan mengajukan izin kepada Departemen Luar Negeri dan Marinir untuk menerima pinangan UEA sebagai penasihat militer dalam hal operasional, taktis, dan informasi, dalam perang melawan milisi pimpinan Abdul Malik al-Houthi di Yaman.

"Pensiunan Jenderal Marinir Amerika Serikat James Mattis dipekerjakan pada tahun 2015 untuk memberi nasihat kepada Uni Emirat Arab, tentang kampanye yang dipimpin Saudi di Yaman," bunyi laporan Washington Post.

Dua tahun berselang, Mattis ternyata mendapat perhatian dari Donal Trump yang baru saja terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45. 

VIVA Militer: Jenderal James Mattis dan Syekh Mohamed bin Zayed

Photo :
  • tri-cityherald.com

Mantan Komandan Komando Pasukan Gabungan Amerika Serikat (USJFCOM) itu diminta Trump untuk memimpin Pentagon, dan akhirnya ia resmi memegang jabatan sebagai Menteri Pertahanan AS pada 20 Januari 2017.

Akan tetapi, selama dua tahun menjadi orang nomor satu di Departemen Pertahanan AS (DoD) Mattis sama sekali tidak pernah mengungkap perannya dalam Perang Arab Saudi melawan Houthi.

Mattis bahkan menyembunyikan pekerjaannya di UEA saat melaporkan harta kekayaan dan riwayat pekerjaan, saat akan diangkat menjadi Menteri Pertahanan AS. Hal ini juga dilakukannya saat ia menyebutkan memoarnya pada 2019.

Keberadaan Mattis dianggap Houthi secara luas sebagai sokongan Amerika terhadap Arab Saudi. Hal tersebut yang menjadi alasan, milisi yang berbasis di Yaman ini kerap menunjukkan resistensi terhadap AS. Disamping, afiliasi antara Houthi dengan Iran.

VIVA Militer: Donald Trump dan Jenderal James Mattis

Photo :
  • newyorker.com

Seperti yang diketahui, saat ini Houthi masih memblokade Laut Merah dan perairan di sekitarnya terhadap kapal-kapal komersial yang berafiliasi dengan Israel, AS dan negara-negara Barat.

Houthi kerap menyerang kapal komersial dan kapal perang yang melintas di perairan internasional itu, untuk memaksa Israel menghentikan agresinya di Gaza, Palestina. Selain itu, tindakan Houthi juga bertujuan memaksa AS menyetop dukungannya terhadap negara zionis itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya