Meksiko Kirim 10 Ribu Tentara ke Perbatasan Amerika, Ada Apa?

VIVA Militer: Pasukan Meksiko di perbatasan Amerika Serikat (AS)
Sumber :
  • Getty Images/Enrique Castro

VIVA – Angkatan Bersenjata Meksiko dikabarkan akan segera mengerakan 10.000 personel ke perbatasan Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil setelah Presiden AS, Donald Trump, menghentikan tarif selama satu bulan.

img_title Ratusan Organisasi dan Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil

Dalam laporan yang dilansir VIVA Militer dari Al Bawaba, Trump sepakat membekukan tarif masuk terhadap Meksiko dalam 30 hari ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, memberi perintah kepada unit militer untuk memerangi penyelundupan narkotika.

img_title Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun

Selain narkotika, ribuan tentara Meksiko dan unit militer Amerika Serikat juga bertugas untuk menetralisir penyelundupan senjata ilegal.

VIVA Militer: Pasukan Amerika Serikat di perbatasan Meksiko

Photo :
  • Los Angeles Times/Gary Coronado

img_title AS Kaji Rencana Agresi Besar-besaran ke Iran Demi Rebut Uranium yang Diperkaya

Menurut laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari CNN, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces), telah menambah pasukannya ke perbatasan Meksiko pada akhir Januari 2025.

Hal tersebut diungkap oleh Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt.

"Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif - 1500 pasukan tambahan ke perbatasan selatan Amerika Serikat," ucap Leavitt. 

"Ini merupakan tindakan pertamanya untuk mengarahkan Departemen Pertahanan agar menjadikan keamanan dalam negeri sebagai misi inti lembaga tersebut," katanya.

VIVA Militer: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Photo :
  • Getty Images/Mandel Ngan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang periode penghentian tarif, tiga menteri kabinet Amerika Serikat akan melakukan proses negosiasi dengan delegasi Meksiko.

Pembahasan yang akan menjadi fokus perwakilan kedua negara difokuskan pada masalah keamanan dan perdagangan.

Ilustrasi militer Iran.

Iran Ubah Doktrin Militer, dari Bertahan Jadi Menyerang

Iran mengubah doktrin militernya dari sikap bertahan menjadi siap menyerang setelah menghadapi konflik terbaru dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut