Tarif Baru Taksi Online Mulai Berlaku Sabtu Ini

Demonstrasi penolakan taksi berbasis online di Jakarta beberapa waktu silam.
Sumber :
  • Reuters/Garry Lotulung

VIVA.co.id – Aturan baru mengenai taksi berbasis aplikasi atau taksi online mulai berlaku hari ini. Hal itu sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, yang merupakan revisi dari aturan sebelumnya.

img_title Hina Alquran saat Naik Taksi Online: Aparat Keamanan Dipenjara 14 Hari, Denda Rp30,6 Juta

Dalam aturan tersebut, tercantum bahwa regulasi khusus untuk taksi online diterapkan mulai 1 April 2017 lalu. Namun, Menhub Budi Karya Sumadi memberi kelonggaran berupa masa transisi selama tiga bulan, agar para pengusaha taksi online bersiap menerapkan aturan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari laman resmi Kemenhub, Sabtu 1 Juli 2017, dari 11 poin revisi aturan tersebut, empat poin di antaranya yaitu:

img_title Wanita di Jakbar Jadi Korban Pelecehan Sopir Taksi Online, Begini Modusnya
  1. Penetapan angkutan online sebagai angkutan sewa khusus.
  2. Persyaratan kapasitas silinder mesin kendaraan minimal 1.000 cc
  3. Persyaratan keharusan memiliki tempat penyimpanan kendaraan
  4. Kepemilikan atau kerja sama dengan bengkel yang merawat kendaraan.

Sementara, untuk pengujian berkala (KIR) kendaraan, stiker dan penyediaan akses Digital Dashboard, masa transisi diberikan waktu dua bulan setelah 1 April 2017, atau 1 Juni 2017.

img_title Polisi Bekuk Sopir Taksi Arogan Rusak Mobil Pengendara di Tol JORR

Sedangkan untuk pemberlakuan poin penetapan tarif batas atas dan batas bawah, kuota, pengenaan pajak, dan penggunaan nama pada surat tanda nomor kendaraan bermotor atau STNK, masa transisi diberikan selama tiga bulan untuk pemberlakuannya.

Khusus untuk poin penetapan tarif batas atas dan tarif batas bawah dan poin kuota, yang semula diwacanakan ditetapkan oleh pemerintah daerah provinsi, dalam PM 26/2017 ini ditetapkan oleh pemerintah pusat berdasarkan usulan daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini untuk memberi kesetaraan dalam besaran tarif yang berlaku pada daerah-daerah yang kondisi perekonomiannya hampir sama.

Dalam hal ini, pemerintah pusat diminta untuk memberikan tata acara, unsur komponen dan rumusan yang baku dalam perhitungan tarif angkutan sewa khusus tersebut. (one)

Ilustrasi pembunuhan.

Mobil Sopir Taksi Online di Pamulang Dibawa Kabur, Pelaku Pura-pura Bayar dan Tusuk Korban Pakai Pisau Dapur

Dirkrimum Kombes Pol Imron Ermawan mengatakan modus operandi tersangka, yakni menggunakan akun taksi online untuk memesan kendaraan dengan metode pembayaran tunai.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut