Alasan Transmisi Matik Konvensional Tidak Lagi Dilirik

Ilustrasi transmisi
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Saat ini, hampir semua pabrikan mobil menggunakan transmisi matik model continuous variable transmission atau CVT. Hanya sedikit yang masih mengandalkan transmisi matik model konvensional.

img_title Kaleidoskop 2024: Beragam Teknologi Canggih di Mobil Masa Kini

Menurut Trainer Nissan College PT Nissan Motor Indonesia, Sugihendi, transmisi CVT bisa membuat berkendara jadi lebih nyaman. Selain itu, CVT juga diklaim lebih efisien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Transmisi otomatis konvensional pakai roda gigi, CVT tidak. Prinsipnya mirip seperti motor matik, pakai dua pulley dan satu belt," ujar Sugihendi di Jakarta.

img_title Dampak dari Per CVT yang Lemah Pada Motor Matik, Hati-hati!

Sugihendi menjelaskan, ada perbedaan antara CVT motor dan mobil. CVT pada motor masih memakai sistem mekanis, sementara pada mobil sudah elektronik.

"Keuntungannya, penumpang maupun pengemudi tidak merasakan entakan. Karena biasanya, pada saat transmisi konvensional berpindah gigi, ada entakan atau shift shock," jelasnya.

img_title New Xpander Pakai Transmisi CVT, Apa Kelebihannya?

Soal efisiensi, CVT diklaim lebih unggul, karena bisa membuat laju mobil konstan pada putaran mesin rendah. "Buktinya, misalnya kita jalan konstan di 100 kilometer per jam, putaran mesin kurang dari 2.000," ungkapnya. (ase)

Geely Coolray

Geely Ubah Strategi di Indonesia

Geely tidak hanya memamerkan lini kendaraan listrik, tetapi juga memperkenalkan Geely Coolray sebagai SUV bermesin pembakaran internal atau ICE pertama mereka di RI.

img_title
VIVA.co.id
20 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut