Begini Cara KPU Dalami Rekam Jejak Caleg Eks Koruptor

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – Komisi Pemilihan Umum tengah melakukan pengecekan data caleg berlatar belakang mantan narapidana kasus korupsi. Hal ini dilakukan, sebelum KPU mengumumkan ke publik.

img_title Tahapan Pemilu 2029 Mulai Tahun Depan, KPU Patok Anggaran Rp1,4 Triliun

"Siang ini, kami terus periksa dan konfirmasi ke teman KPU daerah," kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU RI, Jakarta, Rabu 30 Januari 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Pramomo, KPU juga mengumpulkan data dari berbagai kelompok masyarakat sipil, mengenai sepak terjang para caleg. Rencananya, KPU tak hanya mengumumkan caleg eks napi korupsi, namun kasus lain seperti misalnya nnarkoba.  

img_title Wapres Gibran Digugat Perdata ke PN Jakpus Gegara Syarat Daftar Cawapres

"Kita minta informasi ke teman-teman masyarakat sipil, untuk menyandingkan data. Jadi, sebelum kita rilis, kita sandingkan data," ujarnya.

Menurutnya, pengecekan data dengan informasi dari daerah menjadi sangat penting. Alasannya, karena rekam jejak para mantan terpidana yang menjadi caleg saat ini di daerah.

img_title Pangkas Anggaran Rp 900 Miliar, KPU: Seluruh Kegiatan Banyak Dilakukan di Kantor

Terutama, para napi mantan koruptor yang menjadi caleg. Maka itu, kata dia, napi kasus korupsi ancaman tuntutan pidananya selalu di atas lima tahun penjara.

"Kalau kasus korupsi pasti ancamannya di atas lima tahun. Yang disebut di undang-undang itu ancamannya lebih dari lima tahun, bukan vonis," katanya. (asp)

Ilustrasi gedung KPU

Komisioner KPU: Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, August Mellaz mengatakan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 diperkirakan mulai berjalan sekitar Juni 2027.

img_title
VIVA.co.id
1 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut