DKPP Ungkap Perbedaan Suasana TPS Pemilu di Indonesia dengan Inggris

Ilustrasi simulasi pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu
Sumber :
  • Antara/ Ari Bowo Sucipto

VIVA – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Didik Supriyanto, mengatakan, salah satu proses demokrasi di Indonesia yang diimpikan oleh banyak negara yaitu suasana Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pencoblosan berlangsung. Sebab, atmosfer demokratis sangat kental di TPS saat hari pemungutan suara.

img_title Singa Muda Hanura Gelar Dialog Kebangsaan, Soroti Ongkos Politik hingga Dorong Revisi UU Parpol

"Suasana TPS di Indonesia merupakan suatu hal yang diimpikan oleh banyak orang luar negeri," kata Didik kepada awak media dalam kegiatan “Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media)” di Badung, Bali, Selasa malam, 6 Oktober 2020. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Viral Uang Berhamburan di Dalam Mobil Timses Cabup Mojokerto

img_title Advokat PPP se-Indonesia Siap Lawan Upaya 'Begal Politik' hingga Pemilu 2029

Menurut Didik, tempat pemungutan suara pemilu sangat transparan karena memang suara dari pemilih langsung dihitung dan ditonton oleh masyarakat.

Hal ini juga ditambah dengan desain perhitungan yang tidak memberi ruang terjadi kecurangan atau manipulasi suara di TPS lantaran semua partai politik mengirimkan saksinya di setiap TPS. Dan yang lebih membanggakan adalah tidak ada konflik yang terjadi di antara sesama perwakilan partai politik di TPS.

img_title Hanura Harap Kualitas Pemilu di 2029 Meningkat, Usulkan Skema Ini

"Praktik pemungutan dan penghitungan di TPS kita merupakan the best practice in the world yang ingin sekali ditiru oleh negara-negara lain," tuturnya. 

Hal ini berbeda dengan di negara pemilu di Inggris. Menurutnya, setelah pihak berwenang di Inggris akan membawa kotak suara ke sebuah tempat yang mirip dengan alun-alun. Kotak suara dibuka dan dihitung di tempat tersebut.

"Tak ada transparansi di TPS. Rakyat Inggris pun tidak dapat segera mengetahui hasil dari suara yang telah digunakannya," ujarnya. 

Didik mengakui bahwa dirinya selalu mengamati jalannya pemilu dan pilkada sejak 2004. Dari pengalamannya, ia menuturkan bahwa tidak pernah sekalipun terjadi konflik di lingkungan TPS.

"Suasana TPS damai, penuh dengan toleransi, masyarakat berbaur dan bercanda satu sama lain. Belum lagi dengan sorak sorai saat penghitungan suara di TPS," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hal ini tidak terjadi di luar negeri," tambah anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pada Pemilu 2004 ini.

Didik pun membandingkan kondisi TPS di Tanah Air dengan TPS yang terdapat di negara-negara demokrasi. Bahkan, dalam negara yang paling demokratis, katanya, kondisi TPS-nya tidak semeriah sebagaimana yang terjadi di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut