Wow! Perang Survei Warnai Pilkada Surabaya 2020

Survei Proltracking di Pilkada Surabaya (antara)
Sumber :

VIVA – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya, Jawa Timur, yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 kini kian menghangat.

Kontestasi antardua kandidat Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya telah diramaikan oleh hasil survei sejumlah lembaga survei baik yang ada di tingkat lokal maupun nasional.

Dua kandidat tersebut adalah Eri Cahyadi dan Armuji dengan nomor urut 01 serta pasangan nomor urut 02 Machfud Arifin dan Mujiaman.

Paslon nomor urut 1, Eri-Armuji diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI serta enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda. 

Sementara paslon nomor urut 2, Macfud-Mujiaman diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo.

Seperti pada umumnya pemilihan umum selama ini, hasil survei Pilkada Surabaya juga bervariasi.

Ada dua lembaga survei yakni Populi Center dan Pusat Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PusdeHAM) yang mencatat keunggulan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 01, Eri Cahyadi-Armuji. Populi Center menyebut selisihnya hanya terpaut 3,3 persen, sedangkan PusdeHAM 6,5 persen.

img_title Golkar-Gerindra Jatim Jajaki Peluang Usung Mantu Pakde Karwo di Pilwakot Surabaya


Sementara Poltracking Indonesia merilis hasil survei pada Senin ini mencatat keunggulan Paslon Nomor Urut 02 Machfud Arifin dan Mujiaman dengan selisih cukup jauh yakni 17,6 persen.

Populi Center melakukan survei mulal 6 hingga 13 Oktober 2020 dengan 800 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Adapun Margin of error pada survei kali ini sebesar 4,0 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BACA JUGA: Tim Eri-Armuji Blusukan di Perkampungan Surabaya Barat
Hasil survei tersebut menunjukkan adanya keterbelahan preferensi politik warga Surabaya terhadap para calon menjadi tiga profesi, yaitu birokrat, akademisi dan politisi. Statistik yang tercatat dari jajak pendapat terhadap 800 responden warga Surabaya ini, memperlihatkan adanya 21,2 persen warga Kota Pahlawan menginginkan pemimpinnya dari kalangan birokrat.

Sementara, dari kalangan akademisi diinginkan 13,2 persen responden dan 12,8 persen lainnya menghendaki wali kota dan wakil wali kota dari kalangan politisi. Dari gambaran survei, memang pasangan birokrat dan politisi memiliki sebuah nilai persentase yang cukup kuat.

"Masyarakat menghendaki Wali Kota Surabaya, yang memiliki latar belakang profesi dan visi misi," kata Peneliti Populi Center Jefri Adriansyah saat merilis hasil survei pilkada di Surabaya akhir Oktober lalu.

Hal sama juga dikatakan Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati. Ia merinci sejumlah temuan dari hasil survei tersebut yakni pertama, Machfud Arifin merupakan nama yang paling banyak dikenal dengan persentase 74,0 persen, diikuti oleh Eri Cahyadi dengan 68,8 persen, Armuji dengan 55,0 persen dan Mujiaman Sukirno 50,2 persen.

Kedua, nama Eri Cahyadi unggul untuk kategori akseptabilitas sebagai sosok yang mampu membawa perbaikan, sosok yang disukai, sering muncul di media sosial, paling memahami persoalan di Kota Surabaya, dan dinilai paling mampu menangani COVID-19.

Ketiga, dari sisi elektabilitas pasangan calon, Eri Cahyadi-Armuji merupakan pasangan yang paling dipilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya periode mendatang dengan 41,0 persen, mengungguli pasangan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno dengan persentase 37,7 persen. Adapun yang tidak menjawab 21,3 persen.

Sementara itu, dari hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei PusdeHAM pada 1.000 responden di Surabaya pada awal Oktober 2020 menunjukkan keunggulan keterpilihan Eri-Armuji yang mencapai 6,5 persen, dibanding lawannya pasangan Machfud-Mujiaman.

Menurut peneliti PusdeHAM Andik, hal ini dikarenakan faktor figur mentor atau patron dan profesi masing-masing serta mesin politik di belakangnya. Ia mengatakan ada tiga faktor utama yang mendulang keunggulan Eri-Armudji yakni karena faktor Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sosok Eri Cahyadi dan Armuji sendiri serta mesin PDI Perjuangan yang sangat solid.

Jika Populi Center dan PusdeHam mengunggulkan Eri-Armuji, namun berbeda halnya dengan hasil survei dari Poltracking Indonesia yang mengunggulkan Machfud-Mujiaman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Gerindra Tegaskan Bakal Usung Ahmad Dhani di Pilkada Surabaya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut