Seberapa Penting Wasit Asing di Liga 1
- VIVA.co.id/Dede Idrus
Salah contohnya terjadi di pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Manahan Solo, 3 November 2017. Kala itu, Persib merasa dirugikan oleh keputusan wasit asal Australia, Shaun Evans.
Wasit asal A-League itu yang menganulir gol Ezechiel N'Douassel di menit ke-28. Padahal berdasarkan tayangan ulang bola tersebut sudah masuk ke gawang Persija.
Alhasil, banyak protes juga yang dilancarkan beberapa pihak kepada PT LIB selaku operator Liga 1 karena wasit asing dinilai tak membantu menyelesaikan masalah. Itu yang membuat manajer Persib, Umuh Muchtar, berharap tak ada lagi wasit asing.
"Sebenarnya malu kita pakai wasit asing ya. Karena kalau wasit lokal masih bisa, kenapa tidak? Saya lihat juga kemarin, pakai wasit asing juga malah lebih buruk," kata Umuh kepada VIVA, Januari lalu.
Sementara itu, kubu PSM Makassar malah senang dengan keberadaan wasit asing. Hal tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) PSM Makassar, Munafri Afruddin, bahkan dia meminta agar wasit lokal tak digunakan lagi.
Menurutnya, wasit asing membuat kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia itu menjadi terjamin kejujurannya. Karena integritas mereka bisa dipercaya.
"Saya malah setuju kalau di Liga 1 masih gunakan wasit asing. Tapi, jangan campur-campur seperti kemarin. Seluruhnya asing," kata Munafri kepada VIVA.
Pria yang akrab disapa Appi tersebut mengatakan, masih ada pihak yang seringkali justru mengacaukan jalannya pertandingan. Dan baginya, hal itu akan merugikan sepakbola Indonesia.
"Jangan sampai kompetisi kita dikotori oleh oknum tidak bertanggung jawab, karena itu justru mencoreng," ujarnya.
"Kita ini (klub) sudah berjuang dan tidak mencari untung supaya bisa membuat kompetisi menjadi bagus, dan itu harus didukung pertandingan yang bersih," sambung Munafri.
Hargai Keputusan Wasit
Bila melihat beberapa laga di Liga 1 musim 2017 yang dipimpin oleh wasit asing, memang minim protest dari pemain. Berbeda ketika wasit lokal dianggap merugikan, pemain cenderung melakukan protes keras dan berlebihan.
Para pemain tampak lebih respek terhadap wasit asing. Wasit asal Australia, Shaun Evan, yang sempat memimpin laga di Liga 1 mengaku terbantu dengan respek dari pemain.