Merawat Tradisi dengan Wisata Ziarah
- VIVA/Daurina Lestari
Namun, destinasi wisata Wali Songo juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Arief menjelaskan, secara umum wisatawan mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata ziarah Wali Songo terbagi menjadi tiga kategori.Â
Yaitu, wisatawan yang berbasis pada kelompok pengajian atau pengikut tarekat, wisatawan yang mempunyai minat terhadap budaya dan sejarah, dan wisatawan yang mempunyai minat terhadap pengetahuan tertentu atau peneliti.
Ia melanjutkan, wisatawan yang berbasis pada kelompok pengajian atau pengikut tarekat tercatat yang paling banyak dan didominasi dari Malaysia, serta selebihnya dari Singapura, Brunei Darussalam,Tiongkok, Yaman, Turki dan India. Kelompok wisatawan pertama ini cenderung harus mengunjungi makam, sedang kelompok kedua dan ketiga lebih cenderung tertarik pada daya tarik warisan budaya di kompleks makam dan sekitarnya.
Makam Pangeran Jayakarta
![]()
Makam Pangeran Jayakarta di Jatinegara kaum, Jakarta Timur, menjadi salah satu makam yang paling ramai dikunjungi oleh umat Muslim yang ingin berziarah, termasuk wisatawan dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Makam pendiri Jakarta ini bahkan didatangi oleh ratusan jemaah dari berbagai majelis taklim dari berbagai daerah di Jawa Barat. Â
Penjaga Makam Pangeran Jayakarta, Erwin Yusuf, mengungkapkan belum lama ini pada 3 Mei 2018 lalu ada sekitar 150 bus dari majelis taklim Bogor, Cianjur, Sukabumi, Garut dan Bandung. Mereka datang untuk berziarah mengunjungi makam para Wali Songo di daerah Jawa Barat lalu ke Jakarta.   Â
"Banyak yang datang dari luar daerah untuk berziarah, baca yasin, talilan. Paling ramainya hari Jumat," katanya kepada VIVA.Â
Kompleks Makam Pangeran Jayakarta dibangun pada tahun 1620 Masehi. Kompleks makam ini memiliki lima makam utama, diantaranya kuburan Pangeran Jayakarta atau Achmad Djaketra, dan Putera Pangeran Jayakarta. Serta, puluhan kuburan anggota keluarga keturunan Pangeran Jayakarta.Â
Kompleks makam keluarga Pangeran Jayakarta ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 1999. Makam ini juga menjadi wisata budaya dan sejarah berdirinya kota Jakarta.Â
Angga Saputra (38) menjadi salah satu peziarah yang rutin berziarah ke makam Pangeran Jayakarta. Dia mengaku sering datang ke sana dua bulan sekali setiap Selasa dan Jumat.Â