Membaca Potensi Amien Rais Nyapres Lagi
- Repro Instagram
Kelompok oposisi yang dimotori Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), bahkan sudah sejak beberapa bulan lalu menggelar aksi #2019GantiPresiden. Berbagai cara dilakukan kelompok ini, mulai dari deklarasi di Monas, hingga penggalangan dana melalui penjualan mug, pin, dan kaos yang bertuliskan #2019GantiPresiden, juga berbagai seruan dan imbauan kepada publik.
Berikutnya, Amien Rais terinspirasi Mahathir>>>
Amien Rais terinspirasi Mahathir
Salah satu tokoh yang paling mendapat kesan dari kemenangan Mahathir adalah Amien Rais. Politisi yang diberi gelar sebagai Bapak Bangsa ini, ternyata masih memiliki hasrat untuk menguasai dan memerintah negara ini.
Saat acara berbuka puasa di rumah Zulfikar Hasan itu, Amien melontarkan pernyataan bahwa ia masuk dalam bursa cawapres Partai Amanah Nasional (PAN).
"PAN lewat Rakernas yang dipimpin Pak Zul, nanti tidak akan berlebihan. Kita akan mencapreskan tokoh kita sendiri. Pertama Zulkifli Hasan, Hatta Rajasa, Sutrisno Bachir, dan terakhir Mbah Amien Rais," ujarnya.
Amien mengatakan, ia tidak terlalu tua untuk maju menjadi calon Presiden (capres). Dia pun menyatakan, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad hanya satu angkatan di atas dia. "Pak Mahathir hanya satu angkatan di atas Amien Rais. Jadi, Mbah Amien never say no," ujarnya.
Amien Rais adalah salah satu tokoh yang memiliki peran besar saat proses reformasi pada 1998. Ia terlibat aktif dalam proses menjatuhkan Soeharto dari jabatan yang sudah digenggamnya selama 32 tahun.
Kemampuannya berorasi dan keberaniannya melawan Soeharto dan kroni-kroninya, membuat jutaan mahasiswa saat itu mengidolakan Amien. Kini, politisi yang pernah menjadi dosen politik di Universitas Gajah Mada menjadi oposisi yang paling kontroversial dalam menghadapi pemerintahan Joko Widodo.
Ucapan Amien Rais soal keinginannya menjadi capres segera mengundang kegaduhan politik. Sebab, selama ini baru Prabowo Subianto yang sudah dideklarasikan dan dicalonkan oleh Partai Gerindra sebagai calon presiden mereka.
Tetapi, Partai Gerindra tak bisa sendiri, ia harus mengajak partai lain berkoalisi agar dapat mencalonkannya. Sejauh ini, hanya Prabowo yang sudah dideklarasikan Partai Gerindra sebagai capres 2019.