Membaca Potensi Amien Rais Nyapres Lagi
- Repro Instagram
Selanjutnya, bagaimana nasib koalisi PAN-PKS-Gerindra?>>>
Bagaimana nasib koalisi PAN-PKS-Gerindra?
Pernyataan Amien bahwa dirinya siap nyapres, dukungan yang diterima Amien, bahkan deklarasi dari Koalisi Umat Madani itu seperti mengabaikan koalisi yang selama ini melekat erat pada trio PKS, PAN, dan Partai Gerindra.
Apalagi, beberapa hari sebelumnya menyatakan siap menjadi capres, Amien Rais dan Prabowo sowan ke Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekah. Koalisi ini tiba-tiba seperti tak terarah.
Sejak Prabowo Subianto resmi dideklarasikan oleh Partai Gerindra sebagai capres , PKS dan PAN tak segera bersikap. Kedua partai seperti enggan untuk segera mendeklarasikan dukungan. Kedua partai yang selama ini selalu mendukung penuh Partai Gerindra kali ini memilih menahan diri, dan tak serta merta menyatakan dukungan pada Prabowo.
Sikap yang wajar, mengingat PKS dan PAN juga sudah memiliki kandidat sendiri untuk menjadi capres 2019. Kerja sama dengan Partai Gerindra di Pilkada DKI, Jatim, Jabar dan Jateng, PKS mengalah dan memberikan tempatnya untuk nama lain yang lebih menjual. Tapi untuk Pilpres, PKS tak bersegera.
"Dewan Syuro PKS telah menetapkan sembilan nama untuk menjadi capres atau cawapres dari PKS, jadi kami akan berpegang pada itu," ujar Presiden PKS, Muhammad Shohibul Iman kepada VIVA beberapa waktu lalu.
Begitu pula dengan Partai Amanah Nasional. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, sangat berterima kasih atas dukungan Koalisi Umat Madani pada Amien Rais. Ia mengaku, partainya sangat terhormat dengan dukungan tersebut. "Kita ucapkan terima kasih, engga apa-apa, kita hormati," ujarnya.Â
Mengenai arah koalisi partainya menjelang Pemilu Presiden ada 2019, kata Zulkifli, akan ditentukan pada akhir Juli 2018. Dia tak mau memberikan petunjuk apapun tentang kecenderungan sikap politik PAN sekarang.
Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, peluang Amien bila maju sebagai capres 2019 berat. Ia menilai, tak bisa disamakan dengan keberhasilan Mahathir Mohamad yang terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia.
"Kan, Amien sudah pernah gagal, belum berhasil. Kans menangnya tidak besar, kalau Amien maju. Kalau mengacunya Mahathir, nah Mahathir pernah jadi PM," kata Hendri kepada VIVA, Minggu, 10 Juni 2018.