Menguji Efektivitas Perluasan Ganjil Genap
- ANTARA FOTO/Galih Pradipta
"Nanti tunggu hasil evaluasi ya," kata dia dikonfirmasi wartawan.
Yusuf pun meminta masyarakat bisa memaklumi kebijakan itu nantinya saat akan diterapkan ketika Asian Games dimulai. Pihaknya akan terus menyosialisasikan ini dalam uji coba yang telah dimulai dan berakhir sampai akhir Juli nanti.
Terkait kritik, dia mempersilakannya. "Semua boleh berpendapat, ada yang karena tidak tahu, ada yang karena kepentingan, ada yang karena hal yang lain. Enggak ada masalah," ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya sudah menduga akan ada banyak komentar terkait hal ini. Tanggapan masyarakat itu akan dijadikan bahan evaluasi sebelum akhirnya kebijakan tersebut benar-benar diterapkan 1 Agustus mendatang.
"Kalau memang itu tanggapannya bagus, perlu kami pertimbangkan. Kalau mungkin tanggapannya kontra, kontranya itu terlalu mengada-ngada, ya itu juga perlu evaluasi lagi," katanya.
Armada TransJakarta Ditambah
TransJakarta rupanya sudah membaca gejala bakal adanya penambahan penumpang akibat dampak perluasan kebijakan ganjil-genap.
Jika sebelum kebijakan tersebut PT Transjakarta mengerahkan 1.536 armada, saat ini PT mengerahkan 1.564 armada.
"Senin, 2 Juli 2018 total bus yang beroperasi 1.564. Hal itu untuk antisipasi perluasan ganjil genap di sejumlah wilayah maupun waktu," kata Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo saat dikonfirmasi.
Wibowo mengatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan kajian terkait berapa jumlah yang akan ditetapkan untuk mengakomodir perluasan jalur ganjil-genap tersebut.
Sehingga, ada kemungkinan bisa berkurang atau malah bertambah, tergantung dari kebutuhan masyarakat.
"Senin kemarin, ada 1.564 bus yang beroperasi. Itu ada yang BRT (Bus Rapid Transit) dan non BRT. Setiap hari (jumlahnya) berbeda-beda," ujarnya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan uji coba perluasan rute ganjil-genap sejak Senin, 2 Juli 2018. Kebijakan itu mendorong masyarakat untuk menggunakan alat transportasi umum seperti salah satunya bus Transjakarta.
Terdapat beberapa titik perluasan lokasi ganjil-genap. Di antaranya yakni, Jalan S Parman - Jalan Gatot Subroto - Jalan MT Haryono - Jalan DI Panjaitan - Jalan AÂ Yani - Simpang Coca Cola atau Jalan Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.
Kedua, Arteri Pondok Indah yang dimulai dari Simpang Kartini hingga Simpang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.