'Melompat' ke Jokowi, Apa yang Dicari

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, bersama Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

VIVA – Muhammad Zainul Majdi, yang juga akrab disapa Tuan Guru Bajang alias TGB, sempat menjadi salah satu nama yang direkomendasikan Persaudaraan Alumni 212 sebagai calon presiden 2019. Namanya masuk bersama dengan nama-nama besar lainnya seperti Habib Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli Hasan.

img_title Prabowo Sampaikan Ucapan Spesial untuk Ulang Tahun ke-65 Jokowi, Diunggah Langsung Lewat Instagram

Masuknya TGB dalam rekomendasi PA 212 ini tidaklah mengherankan. Gubernur Nusa Tenggara Barat ini adalah salah satu tokoh yang pernah ikut aksi bela Islam saat masa demonstrasi menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara akibat menistakan ayat Alquran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, TGB juga dikenal sebagai figur Islami. Dia merupakan lulusan universitas Islam yang terkemuka di dunia yaitu Universitas Al Azhar Mesir dan hafal Alquran.

img_title Ijazah Palsu Jokowi Dibawa ke Ranah Hukum, Boni: Itu Terobosan yang Bagus

Sementara PA 212 adalah perkumpulan yang pada awalnya didasari gerakan-gerakan bela Islam tersebut. Gerakan tersebut tampil sebagai oposisi pemerintahan Joko Widodo yang cenderung membela Ahok, calon Gubernur DKI Jakarta petahana ketika itu yang disokong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai tempat mantan Wali Kota Solo itu bernaung.

Sejumlah kelompok Islam dan kalangan oposisi pemerintahan Jokowi pun menilai TGB masuk dalam kubu mereka. Namun, beberapa waktu belakangan ini, publik dibuat terkejut.

img_title Bantah Matahari Kembar, Golkar: Ada Upaya Benturkan Prabowo dengan Jokowi

Pria kelahiran Pancor, Selong, NTB, 31 Mei 1972 itu berbalik arah. Dia justru mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019. TGB menyatakan Jokowi butuh dua periode untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan.

Presiden Jokowi berfoto bersama TGB saat kunjungan ke NTB beberapa waktu lalu

Namun, TGB ternyata bukan orang pertama yang awalnya menjadi oposisi atau setidaknya bersikap kritis, kemudian berbalik mendukung Jokowi. Sejumlah tokoh yang sebelumnya berseberangan dengan Jokowi belakangan juga merapat ke Istana.

Misalnya saja Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo. Bos MNC Grup yang rajin mengkritik Jokowi ini belakangan malah mendukung Jokowi. Kemudian ada Ali Mochtar Ngabalin yang dulu merupakan pembela Prabowo Subianto, namun sekarang berada di lingkaran Istana dan menjadi salah satu yang terdepan dalam membela Jokowi.

Dinamika Politik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Idil Akbar menilai fenomena TGB, HT, Ngabalin dan lain-lainnya ini adalah bagian dari dinamika politik.

"Inilah politik. Karena politik kaitannya dengan kepentingan. Mungkin ada orang-orang tersebut yang mengubah haluannya. Apa kepentingannya mereka sendiri yang tahu," kata Idil saat dihubungi VIVA, Selasa, 10 Juli 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut