Transfer Seru Bursa Caleg
- VIVA.co.id/ Mohammad Nadlir
"Atau jika ada yang diperlukan periksa ulang, ya kami periksa ulang," tutur dia.
Kans di Pemilu 2019
Lantas, bagaimana setelah proses pendaftaran ini? Apakah dengan mengusung nama-nama itu, partai politik akan meraih suara seperti yang mereka inginkan di Pemilu 2019 dan meraih kemenangan?
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan langkah mengusung nama-nama populer dengan rekam jejak yang baik seperti Johan Budi, Haji Lulung, dan lain-lain, tentu sangat menguntungkan bagi parpol untuk meraih dukungan di pileg.
"Setidaknya mereka punya modal sosial politik untuk dikapitalisasi sebagai strategi mendongkrak suara. Apalagi saat ini sangat susah mencari caleg dengan rekam yang baik," kata Adi saat dihubungi VIVA, Rabu, 18 Juli 2018.
Kedua, fenomena pindah partai, dia memiliki setidaknya tiga analisa. Pertama, langkah itu sebagai bagian dari strategi parpol untuk mendulang suara di pileg. Figur yang dianggap populer seperti Johan Budi, Kapitra, Yusuf Supendi dijadikan sebagai vote getter mengamankan perolehan suara di daerah pemilihan.
Kedua, parpol berpikir taktis jangka pendek guna meraup suara sebanyak-banyaknya meski yang diusung bukan kader partai. Tujuan utamanya hanyalah menang dan menang.
Ketiga, bukti matinya ideologi dan kaderisasi parpol. Padahal tujuan utama parpol adalah melakukan rekrutmen elit untuk dipersiapkan sebagai calon pemimpin publik seperti anggota dewan, gubernur, bupati, wali kota, bahkan presiden.
"Fungsi partai nyaris tak berjalan," kritik dia.
Mengenai siapa partai yang akan lolos dan tidak lolos ke DPR serta tampil sebagai pemenang dalam Pemilu 2019, Adi mengatakan ada tiga tiga indikasi untuk melihatnya. Pertama, soliditas mesin partai. Jika partai all out berjuang memenangkqn caleg yang diusung kemungkinan besar akan lolos ke senayan, dan berpotensi memenangi kontestasi.
Kedua, lanjutnya, mesin parpol saja tak cukup jika figur yang diusung tidak memiliki elektabilitas memadai. Sebab itu parpol berlomba-lomba mengusung caleg artis maupun tokoh yang sudah terkenal untuk jadi caleg.
Ketiga, strategi politik. Mesin parpol dan figur yang populis tidak menjamin kemenangan jika strategi yang digunakan tidak jitu.