Transfer Seru Bursa Caleg

Kantor Pusat Komisi Pemilihan Umum di Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Mohammad Nadlir

"Atau jika ada yang diperlukan periksa ulang, ya kami periksa ulang," tutur dia.

img_title Bendum PSI Fenty Noverita Siap Maju Jadi Caleg Dapil Jabar VI, Meliputi Depok dan Bekasi

Kans di Pemilu 2019

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Kaesang Mau Nyaleg dari Dapil Puan Maharani di Pemilu 2029, Ini Kata Ganjar

Lantas, bagaimana setelah proses pendaftaran ini? Apakah dengan mengusung nama-nama itu, partai politik akan meraih suara seperti yang mereka inginkan di Pemilu 2019 dan meraih kemenangan?

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan langkah mengusung nama-nama populer dengan rekam jejak yang baik seperti Johan Budi, Haji Lulung, dan lain-lain, tentu sangat menguntungkan bagi parpol untuk meraih dukungan di pileg.

img_title Polisi Ungkap Mantan Istri Pembunuh WNA Korsel di Bekasi Ternyata Mantan Caleg

"Setidaknya mereka punya modal sosial politik untuk dikapitalisasi sebagai strategi mendongkrak suara. Apalagi saat ini sangat susah mencari caleg dengan rekam yang baik," kata Adi saat dihubungi VIVA, Rabu, 18 Juli 2018.

Kedua, fenomena pindah partai, dia memiliki setidaknya tiga analisa. Pertama, langkah itu sebagai bagian dari strategi parpol untuk mendulang suara di pileg. Figur yang dianggap populer seperti Johan Budi, Kapitra, Yusuf Supendi dijadikan sebagai vote getter mengamankan perolehan suara di daerah pemilihan.

Kedua, parpol berpikir taktis jangka pendek guna meraup suara sebanyak-banyaknya meski yang diusung bukan kader partai. Tujuan utamanya hanyalah menang dan menang.

Ketiga, bukti matinya ideologi dan kaderisasi parpol. Padahal tujuan utama parpol adalah melakukan rekrutmen elit untuk dipersiapkan sebagai calon pemimpin publik seperti anggota dewan, gubernur, bupati, wali kota, bahkan presiden.

"Fungsi partai nyaris tak berjalan," kritik dia.

Mengenai siapa partai yang akan lolos dan tidak lolos ke DPR serta tampil sebagai pemenang dalam Pemilu 2019, Adi mengatakan ada tiga tiga indikasi untuk melihatnya. Pertama, soliditas mesin partai. Jika partai all out berjuang memenangkqn caleg yang diusung kemungkinan besar akan lolos ke senayan, dan berpotensi memenangi kontestasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua, lanjutnya, mesin parpol saja tak cukup jika figur yang diusung tidak memiliki elektabilitas memadai. Sebab itu parpol berlomba-lomba mengusung caleg artis maupun tokoh yang sudah terkenal untuk jadi caleg.

Ketiga, strategi politik. Mesin parpol dan figur yang populis tidak menjamin kemenangan jika strategi yang digunakan tidak jitu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut