Transfer Seru Bursa Caleg
- VIVA.co.id/ Mohammad Nadlir
"Banyak contohnya di pileg sebelumnya caleg-caleg artis maupun tokoh populer kalah karena strateginya salah fatal. Strategi yang paling jitu adalah road show door to door campaign mengajak pemilih langsung datang ke TPS memilih caleg. Bukan hanya duduk indah di menara gading," kata Adi.
![]()
PDIP dan Gerindra
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpendapat jika dilihat dari komposisi caleg-caleg yang diusung, bisa saja PDIP atau Gerindra yang akan menang. Dan yang terancam tidak lolos ke DPR kemungkinan besar PSI, PBB, PKPI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda.
"Tapi partai yang sudah established-pun terancam tidak lolos seperti PPP," kata dia saat dihubungi VIVA, Rabu, 18 Juli 2018.
Ujang menambahkan kemenangan di pileg bukan hanya faktor caleg-caleg yang diajukan. Namun banyak faktor lain yang harus diperhatikan seperti kampanye parpol via udara dan darat.
Dia juga mengingatkan nama-nama besar tidak menjamin partai politik dapat mendulang suara yang banyak. Tapi mereka tetap penting dijadikan caleg agar partai tidak berjuang dari nol.
"Karena mereka punya nama besar," ujarnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu mengingatkan caleg yang memiliki nama besar belum tentu terpilih. Karena banyak juga kalangan artis yang populer pada Pileg 2014 yang lalu juga tidak terpilih.
"Populer saja tidak cukup. Karena yang populer belum tentu dipilih," tutur dia. (ren)