Transfer Seru Bursa Caleg

Kantor Pusat Komisi Pemilihan Umum di Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Mohammad Nadlir

Sebelumnya, Yusuf dipecat dari PKS, dan maju sebagai caleg Partai Hanura dengan dapil Bogor, tetapi dia gagal. Terkait pilihannya bergabung dengan PDIP, dia menilai tujuh puluh persen pendukung partai itu adalah umat Islam dan santri.

img_title Dirayu Banyak Parpol, Alasan Kuat Tompi Batal Nyaleg: Harus Nurut Kata Partai

"Tujuh puluh tujuh persen santri. Saya kan santri, jadi (partai) ketemu santri, cocok," kata Yusuf di kantor KPU, Jakarta, pada Selasa 17 Juli 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama-nama lain yang membuat publik cukup terkejut adalah pengacara Habib Rizieq Shibab, Kapitra Ampera yang juga maju sebagai caleg dari PDIP, dengan daerah pemilihan Sumatera Barat. Kemudian, sejumlah politikus Partai Hanura yang pindah ke Nasdem.

img_title Tia Rahmania Menang Gugatan, Penggelembungan Suara di Pileg Tidak Terbukti dan Pemecatan dari PDIP Dibatalkan

Ada juga nama Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu pindah ke Partai Amanat Nasional dari sebelumnya Partai Persatuan Pembangunanan. Juga Sarifuddin Suding, mantan Sekjen Partai Hanura yang menjadi caleg dari PAN pada Pemilu 2019.

Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

img_title DKPP Berhentikan Ketua KPU Garut, Karena Diduga Geser Suara Caleg DPR RI?

Satu kabar lagi yang tidak kalah mengejutkan adalah Abdul Aziz alias Daeng Aziz mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif di KPU Provinsi Sulawesi Selatan. Pria yang sering disebut 'bos' Kalijodo di Jakarta Barat itu maju sebagai bacaleg Partai Gerindra. Daeng Aziz akan maju sebagai bacaleg Provinsi Sulsel Dapil V, yakni Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar.

Dari kalangan artis juga tidak ketinggalan. Sejumlah nama memilih untuk lompat pagar seperti Krisdayanti, dari Hanura ke PDIP, lalu Lucky Hakim dari PAN ke Nasdem, atau Annisa Trihapsari yang memilih maju jadi caleg Partai Berkarya dibandingkan PAN.'

Partai baru atau yang pada pemilu sebelumnya tidak lolos ke DPR juga berusaha menyiapkan komposisi caleg terbaik mereka. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencoba mendaftarkan caleg mereka di semua dapil, yakni 575 caleg DPR RI di 80 dapil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari total bakal caleg yang didaftarkan, 45 persennya diisi keterwakilan perempuan. Mereka juga menyodorkan kader muda yang usianya di bawah 45 tahun sebanyak 65 persen.

Lalu Partai Bulan Bintang (PBB) mencoba mencalonkan mantan pengurus HTI, FPI hingga  eks kombatan Aceh. Mereka sengaja tidak mencalonkan artis karena menekankan pada kemampuan dan basis intelektual.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut