Jalan Baru Manusia ke Bulan

Ilustrasi permukaan Bulan, hasil rekaan tim Badan Antariksa Eropa (ESA).
Sumber :
  • www.esa.int

VIVA – Sebagian besar ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat pekan lalu lega dan semringah. Tim ilmuwan Amerika Serikat dan NASA mengonfirmasi adanya es di permukaan Bulan.

img_title NASA (Akan) Kembali ke Bulan Setelah 50 Tahun

Endapan es itu ditemukan di kutub utara dan selatan Bulan, serta kemungkinan berasal dari masa purba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil pengamatan dan studi menunjukkan, penyebaran endapan es itu tidak merata. Di kutub selatan Bulan, sebagian besar es terkonsentrasi di kawah-kawahnya. Di kutub utara, es-air lebih longgar dan lebih tersebar luas.

img_title Kalau Kamu Diajak ke Bulan, Apa yang Mau Dibawa?

Temuan tim ilmuwan yang dipimpin oleh Shuai Li dari Universitas Hawaii dan Universitas Brown, termasuk Richard Elphic dari NASA Ames Research Center di Silicon Valley di California itu, mendapat pengakuan penting dari ilmuwan lain. 

Pakar fisika planet, Philip Metzger, tak ragu melabeli temuan ini hal yang benar-benar luar biasa. Dia juga mengatakan, temuan es itu punya konsekuensi penting dan ganda bagi masa depan misi dan eksplorasi antariksa dan satelit alami Bumi tersebut.

img_title Elon Musk Minta Pegawainya Fokus Misi ke Bulan dan Mars

Es di Bulan bakal membuat misi ke Planet Mars menjadi lebih hemat bagi NASA dan perusahaan antariksa swasta SpaceX. 

Intinya, kata dia, temuan itu bisa menghemat dan meningkatkan bisnis penambangan air di Bulan.

Kebahagiaan tak hanya menyelimuti tim ilmuwan NASA yang menemukan es tersebut. Profesor ilmu planet dan astrobiologi Universitas London Inggris, Ian Crawford mengakui temuan itu mengejutkannya. 

"Hasilnya tampak sangat meyakinkan bagi saya," kata Crawford, yang tak terlibat dalam riset itu kepada Scientific American. 

Dalam keterangan di website-nya, NASA menuliskan Shuai Li dan timnya menggunakan data dari instrumen Moon Mineralogy Mapper (M3) yang ada di wahana antariksa India Chandrayaan-1, untuk mengidentifikasi tiga tanda khusus yang secara definitif membuktikan bahwa ada es di permukaan Bulan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Instrumen M3 mengumpulkan data yang tidak hanya mengambil sifat reflektif yang kemungkinan merupakan es. Tetapi, mampu secara langsung mengukur cara khas molekulnya menyerap cahaya inframerah, sehingga dapat membedakan antara zat cair atau uap dan es padat.

Suhu di Bulan pada siang hari dapat mencapai 100 derajat Celsius yang sangat panas dan tidak bagus untuk permukaan es Bulan untuk bertahan. Tapi untungnya, karena Bulan miring pada porosnya sekitar 1,54 derajat, ada tempat di kutub lunar yang tidak pernah mengalami siang hari. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut