Jalan Baru Manusia ke Bulan

Ilustrasi permukaan Bulan, hasil rekaan tim Badan Antariksa Eropa (ESA).
Sumber :
  • www.esa.int

Sebagian besar es yang baru ditemukan pun terletak di bayang-bayang kawah di dekat kutub, di mana suhu terpanas tidak pernah mencapai di atas minus 250 derajat Fahrenheit, setara dengan minus 156 derajat Celsius.

img_title 8 Hari di Luar Angkasa, Astronot Arab: Alhamdulillah Bumi Itu Bulat

Makanya kondisi ini akan menciptakan lingkungan yang membuat endapan es-air bisa tetap stabil untuk waktu yang lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamatan sebelumnya secara tidak langsung menemukan kemungkinan tanda-tanda permukaan es di kutub selatan bulan. Tetapi ini bisa dijelaskan oleh fenomena lain, seperti tanah Bulan yang luar biasa reflektif.

img_title Tahun Depan Manusia Bisa Terbang ke Mars dan Bulan, Benar Nggak Sih?

Dari mana asalnya air?

Temuan ilmuwan NASA tentang es di kutub Bulan mengonfirmasi studi tahun lalu tentang air di satelit alami Bumi tersebut. 

img_title Elon Musk Pamer Pesawat untuk Jalan-jalan ke Bulan sampai Mars

Studi yang dipublikasikan oleh Shuai Li an Ralph Milliken dalam jurnal Nature Geosicence pada 24 Juli 2017 berkesimpulan, permukaan Bulan memiliki konsentrasi air yang sama dengan yang dimiliki permukaan Bumi. 

Dikutip dari laman DW, studi tahun lalu menunjukkan adanya deposit air di Bulan melalui analisis elaborasi sampel misi Apollo. Studi tim Li itu juga menguatkan penelitian pada 2008 yang membuktikan adanya air pada sampel batuan Bulan dari misi Apollo yang terakhir.

Namun, kesimpulan Li dalam studi tahun lalu belum bisa membongkar dari mana asal air di Bulan. 

Kala itu Li menuliskan, semakin banyak bukti air di Bulan belum mampu membongkar misteri air di Bulan. Apakah air di Bulan itu bertahan ataukah benda cair ini terbawa tak lama setelah tabrakan asteroid atau komet sebelum terbentuknya Bulan.   

Penampakan Bumi dan Bulan dari Apollo.

Arti penting

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan cukup banyak es di permukaan Bulan, air mungkin dapat diakses sebagai sumber daya untuk ekspedisi masa depan, termasuk mengeksplorasi dan bahkan tinggal di Bulan. Es di permukaan Bulan juga berpotensi lebih mudah diakses daripada air yang terdeteksi di bawah permukaan Bulan.

Air dari es tersebut, berpotensi menjadi air minum bagi penghuni pangkalan di Bulan pada masa depan. Potensi lainnya, es bisa diurai menjadi hidrogen dan oksigen untuk bahan bakar roket. Oksigen bisa juga dimanfaatkan untuk astronaut bernapas. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut