Jalan Baru Manusia ke Bulan

Ilustrasi permukaan Bulan, hasil rekaan tim Badan Antariksa Eropa (ESA).
Sumber :
  • www.esa.int

"Sebab dengan demikian, itu akan benar-benar membuat operasi permukaan Bulan oleh NASA menjadi lebih terjangkau," jelas Metzger dikutip dari laman Newatlas. 

img_title 8 Hari di Luar Angkasa, Astronot Arab: Alhamdulillah Bumi Itu Bulat

Masih ada metode lain untuk mengekstrak es Bulan yakni dengan melibatkan robot ekskavator sekelas RASSOR yang dibuat oleh laboratorium Swamp Works Kennedy Space Center NASA. Dia menjelaskan, robot RASSOR akan membuat tanah es ke dalam unit pemrosesan dan akan memanaskan tanah es tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari proses itu maka akan menguapkan es dan robot mengumpulkan uap es untuk dimanfaatkan.

img_title Tahun Depan Manusia Bisa Terbang ke Mars dan Bulan, Benar Nggak Sih?

Robot RASSOR
img_title Elon Musk Pamer Pesawat untuk Jalan-jalan ke Bulan sampai Mars

Air minum hingga oksigen

Es Bulan juga bisa diolah untuk menjadi air minum. Es satelit alami Bumi itu telah dideteksi mengandung beragam banyak zat yakni hidrogen sulfida, metana, karbon monoksida, dan zat lain yang mudah menguap. 

Metzger menjelaskan, salah satu cara untuk memurnikan es yakni menguapkannya dan menangkap zat yang hanya akan membeku di atas suhu tertentu. Cara ini memungkinkan zat-zat lainnya keluar ke luar angkasa. Tapi ada metode lain. 

"Metode lain melibatkan penggunaan membran yang memungkinkan hanya cairan tertentu yang bisa diambil. NASA telah sukses mengembangkan metode-metode ini," jelasnya. 

Bagaimana peluang es Bulan untuk mendukung cocok tanam. Metzger menuturkan, es bulan bisa dipakai untuk pertanian yang butuh banyak air.

Air dari es untuk cocok tanam juga tak perlu berulang lagi buang. Sebab, begitu sistem terbangun, cukup sekali saja air dipakai berulang-ulang. 

Problemnya, kata Metzger, adalah pertanian di Bulan kurang layak mengingat malam di Bulan berjalan panjang. Untuk itu, solusinya jika ingin penyesuaian yakni membuat pencahayaan buatan, sebagai pemendek malam di Bulan. Tapi pencahayaan buatan butuh sistem energi yang besar pula. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Es di Bulan juga bisa dimanfaatkan untuk oksigen dan bernapas bagi manusia di sana. Caranya yakni memisahkan molekul es menjadi hidrogen dan oksigen. Selanjutnya hidrogen dan oksigen bisa dipakai sebagai bahan bakar roket. 

Untuk membakar hidrogen dalam roket, selain hidrogen, oksigen juga begitu diperlukan. Makanya, Metzger menilai oksigen dari es sebaiknya memang dipakai untuk bahan bakar roket saja. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut