Neno dan #2019GantiPresiden Ditolak, Mengapa?

Deklarasi jargon hashtag #2019GANTIPRESIDEN
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Penolakan ini bukan pertama kali. Bulan lalu, kehadiran Neno di Batam juga mendapat penolakan. Perempuan bernama asli Titi Widoretno Warisman ini adalah salah satu inisiator gerakan #2019GantiPresiden. Bersama Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Neno terus berusaha meluaskan gerakan ini setelah mendeklarasikannya pada 6 Mei 2018 di Lapangan Monas, Jakarta. Deklarasi mendapat sambutan. Di lini masa media sosial mulai tagar #2019GantiPresiden terus mendapat sambutan. 

img_title Heboh! Inul Daratista Labrak Neno Warisman

Awalnya tak ada kekisruhan, semua lancar-lancar saja. Deklrasi #2019GantiPresiden bahkan ditargetkan akan dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Tapi kemudian terjadi penolakan di Batam. Kedatangan Neno di Batam pada akhir Juli 2018 tak semulus yang dibayangkan. Ia tak bisa keluar dari bandara dan tertahan sekitar enam jam. Kedua kelompok yang saling berhadapan, antara massa pendukung #2019GantiPresiden dan massa yang menolak kehadiran Neno sudah saling berhadapan. Aparat keamanan terpaksa membubarkan mereka dengan keras. Massa tak juga bubar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi buku manual untuk relawan #2019GantiPresiden.

img_title Disebut Barisan Sakit Hati, Ini Jawaban Ketum Partai Ummat

Akhirnya dengan berbagai negosiasi, Neno berhasil dibawa keluar bandara. Esoknya, Neno tetap memimpin deklarasi #2019GantiPresiden di Batam. Hanya beberapa jam, setelah itu ia diminta menghentikan acara dan segera kembali ke Jakarta. Melalui sebuah unggahan video, Neno mencurahkan kesedihannya. “Kita menyuarakan aspirasi kita, dijaga oleh konstitusi kita, kenapa kita diperlakukan seperti ini,” ujarnya.

Meski sempat mengalami situasi menegangkan, Neno mengaku tak akan surut. Ia mengajak pengikut dan relawannya untuk tetap mendeklarasikan #2019GantiPresiden. Tapi lagi-lagi aksi penolakan terjadi. Kota kedua yang menolak rencana deklarasi tersebut adalah Yogyakarta. Sedianya mereka akan melakukan aksi pada tanggal 1 Juni 2018 di Titik Nol Yogyakarta. Namun aparat keamanan tak memberikan izin. Sebab, pada tanggal yang sama banyak elemen masyarakat yang akan melakukan aksi juga. 

img_title Neno Warisman hingga MS Kaban Masuk Jajaran Petinggi Partai Ummat

Kabid Humas Polda DIY, Yuliyanto menyatakan bahwa selain karena potensi kerawanan, aksi juga diprediksi akan mengganggu kelancaran lalu lintas. "Intinya memang mereka sepakat membatalkan kegiatan tanggal 1 Juni di Titik Nol Jogja. Kalau banyak orang memenuhi kilometer nol, kan bisa mengganggu arus lalu lintas," ujarnya. Akhirnya, aksi digeser ke tanggal 3 Juni 2018. Penyelenggara aksi mengklaim, kampanye #2019GantiPresiden dihadiri oleh ratusan ribu orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut