Pemilu dan Titik Rawan Konflik
- ANTARA FOTO/Basri Marzuki
"Sekarang kan masih di tahap yang awal. Tadi siapa saja yang punya hak, siapa saja yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih kita harus pastikan dia masuk dalam daftar pemilih tetap," ujarnya.
KPU saat ini sedang berupaya memperbaiki DPT sesuai dengan ketentuan yang disepakati pada 16 September lalu. Di mana ada waktu 60 hari untuk memperbaiki DPT.
"Sekarang ini kan sedang on going proses. Kemarin kita sepakati dalam waktu 60 hari dari tanggal 16 kemarin mudah-mudahan ini bisa selesai dengan baik. Tetapi ini kan tidak bisa hanya diselesaikan oleh KPU tetapi pemerintah selaku pemegang data kependudukan juga harus mensupport ini kemudian teman-teman pengawas pemilu dia terus mendorong menyampaikan informasi-informasi dan temuannya untuk ditindaklanjuti," katanya.
Polri Bersiap Diri
Terkait dengan daerah rawan dalam Pemilu 2019 ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, mengatakan
Polri sudah membentuk satgas di tiap-tiap daerah. Mereka bahkan sudah mengelompokkan menjadi 7 zona. Dedi menyampaikan masing-masing zona itu memiliki rayon. Zona satu wilayah Aceh, Medan, Riau, Kepri dan Palembang.
"Kalau ada apa-apa di zona satu itu ya satbrimob di zona satu memback up wilayah yang memang membutuhkan," kata Dedi saat dihubungi VIVA.
Kemudian, zona dua wilayah mulai dari Sumbar sampai Lampung. Lalu zona tiga Banten, DKI, Jabar. Zona empat, Jateng sampai NTT. Zona lima, Kalimantan. Zona enam Sulawesi, dan zona tujuh Papua.
"Untuk mengantisipasi ini kan istilahnya zona kontijensi disiagakan 41 ribu personel Brimob di tujuh zona itu," kata dia.
Dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas secara menyeluruh, lanjut Dedi, Polri mempersiapkan lima satgas besar. Satgas pengamanan preventif dan preentif. Mereka menyebutnya dengan operasi mantap brata.
Dia melaksanakan tugas-tugas pengaturan penjagaan patroli pada daerah-daerah yang dianggap rawan dan memiliki keterkaitan dengan pemilu. Kemudian mereka juga mempunyai satgas nusantara, memiliki tugas patroli siber memonitoring seluruh pergerakan di medsos, dari tingkat markas besar sampai polres.
"Ini juga sebagai cooling system apabila di medsos terjadi viralisasi black campaign maupun negatif campaign," ujarnya.