Ganjil Genap di DKI Jakarta Diperpanjang

Pelaksanaan ganjil genap
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Rute kedua diperuntukkan bagi kendaraan yang datang dari arah selatan Jakarta, mencakup Jalan Warung Jati Barat-Jalan Pejaten Raya-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo, dan seterusnya.

img_title Pengguna Mobil di Jakarta Wajib Tahu Ini saat Libur Isra Mi'raj dan Tahun Baru Imlek

Rute ketiga, diperuntukkan juga bagi kendaraan yang datang dari arah timur Jakarta, mencakup Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika, dan seterusnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, rute keempat, diperuntukkan bagi kendaraan yang datang dari arah utara, mencakup Jalan S. Parman-Jalan Tomang Raya-Jalan Suryopranoto/Cideng, dan seterusnya.

img_title Hari Ini Pengguna Mobil di Jakarta Gak Bisa Jalan Sembarangan, Kenapa?

Anies sempat ragu

Sementara itu, penerapan kebijakan perpanjangan ganjil genap yang diperpanjang hingga akhir tahun ini, sempat dipertimbangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia ragu, apakah kebijakan ini justru berhasil untuk mengurangi jumlah kendaraan di Ibu Kota.

img_title Pengguna Mobil di Jakarta Wajib Tahu Aturan Ini saat Liburan Natal

Sebab, menurut Anies, berdasarkan data, jumlah mobil di Ibu Kota justru meningkat drastis, seiring dengan perluasan aturan tersebut. "Ketika ada rekayasa lalu lintas, jumlah mobilnya meningkat drastis. Rekayasa itu tidak lagi efektif," kata Anies di Balai Kota, Kamis 11 Oktober 2018.

Anies mengemukakan, memiliki data terkait penjualan mobil bekas di Jakarta. Peningkatan penjualan terjadi sejak aturan ganjil genap diperluas. Banyak pembeli ingin memiliki mobil dengan nomor polisi ganjil ataupun genap. "Bahkan, ada yang menyebut di atas 15 persen kenaikan penjualannya," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Padahal, menurut  Anies, tujuan ganjil genap memindahkan tradisi masyarakat dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Kebijakan inipun merupakan kebijakan yang hanya sementara saja, dan bukan menganjurkan masyarakat mencari celah menyiasati peraturan itu.

Atas dasar itu, Anies menilai, perpanjangan ganjil genap tidak terlalu menjadi perhatian. Meski bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat mudah untuk memperpanjang atau meniadakan kebijakan tersebut.

"Hal yang sulit membentuk kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan umum, karena itu kami mendorong solusinya lewat kendaraan umum, bukan lewat rekayasa lalu lintas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusuf berharap, kebijakan perluasan ganjil genap di Ibu Kota dipermanenkan, usai Asian Para Games 13 Oktober 2018.

Menurut Yusuf, kebijakan ganjil genap yang diterapkan dianggap berhasil mengurangi kepadatan lalu lintas di Ibu Kota. Keberhasilan itupun dilihat dari sejumlah indikator salah satunya adalah peningkatan kecepatan kendaraan di wilayah ganjil genap antara 20-30 km/jam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut